KETIK, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat sinergi dengan sekolah swasta tingkat menengah atas melalui berbagai program beasiswa penuh maupun potongan biaya pendidikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan salah satu alasan sinergi sekaligus bantuan program pendidikan karena faktor daya tamping.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah lulusan SMP/MTs/sederajat Tahun 2026 mencapai 618.479 murid. Sedangkan, daya tampung SMA dan SMK negeri hanya sebanyak 244.621 murid, yang terdiri atas 121.538 kursi SMA Negeri dan 123.083 kursi SMK Negeri.
Dengan demikian, daya tampung sekolah negeri baru mampu mengakomodasi sekitar 39,55 persen dari total lulusan. Sedangkan sekitar 373.858 murid atau 60,45 persen lainnya perlu melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya.
“Data ini menunjukkan bahwa sekolah swasta memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pemerataan akses pendidikan di Jawa Timur,” ucapnya di Surabaya pada Rabu, 3 Juni 2026.
Karena itu, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan SMA dan SMK swasta agar seluruh lulusan SMP/MTs tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tanpa terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Jumlah SMA dan SMK swasta yang menyediakan program beasiswa maupun potongan biaya pendidikan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025 tercatat sebanyak 1.757 SMA dan SMK swasta berpartisipasi dalam program tersebut. Lalu, pada 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 lembaga pendidikan.
Rinciannya, sebanyak 446 SMA swasta menyediakan beasiswa penuh dan 337 SMA swasta memberikan potongan biaya pendidikan. Sedangkan pada jenjang SMK, terdapat 764 sekolah yang menyediakan beasiswa penuh dan 559 sekolah memberikan potongan biaya pendidikan.
Peningkatan juga terjadi pada jumlah murid penerima manfaat. Jika pada tahun 2025 terdapat 72.989 murid yang memperoleh beasiswa maupun potongan biaya pendidikan maka pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 79.086 murid.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 19.157 murid SMA swasta dialokasikan menerima beasiswa penuh dan 8.748 murid mendapatkan potongan biaya pendidikan. Sementara pada jenjang SMK, sebanyak 24.956 murid memperoleh beasiswa penuh dan 26.225 murid menerima potongan biaya pendidikan.
"Secara kumulatif tahun lalu 72.989 siswa dan tahun ini 79.086 siswa yang bisa mendapatkan beasiswa dari SMK maupun SMA swasta, ini jumlah yang sangat signifikan untuk meringankan beban masyarakat," tegasnya.
Menurut Khofifah, keberadaan sekolah swasta merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan Jawa Timur dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Gubernur Khofifah menambahkan, dukungan dunia pendidikan swasta tersebut menjadi wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing.
“Atas nama pemprov, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh SMA dan SMK swasta di berbagai kabupaten/kota yang telah memberikan ruang lebih luas bagi anak-anak Jawa Timur mendapatkan pendidikan berkualitas,” pungkasnya. (*)
