Komoditas Strategis di Jatim, Gubernur Khofifah Optimis Kopi dan Kakao Perkuat Daya Saing di Pasar Global

20 Juli 2026 17:49 20 Jul 2026 17:49

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Komoditas Strategis di Jatim, Gubernur Khofifah Optimis Kopi dan Kakao Perkuat Daya Saing di Pasar Global

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat meninjau stan dan mencoba segelas kopi di sela penutupan Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya pada Minggu, 19 Juli 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan optimisme bahwa kopi dan kakao akan menjadi dua komoditas strategis yang mampu memperkuat daya saing di pasar global.

“Ini sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui hilirisasi serta penguatan ekosistem agroindustry,” ujarnya saat menutup secara resmi Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Surabaya pada Minggu, 19 Juli 2026.

Menurut dia, kekuatan Jawa Timur tidak hanya terletak pada besarnya produksi, tetapi juga pada kekayaan cita rasa yang lahir dari karakter geografis masing-masing daerah.

Karena itulah strategi pengembangan perkebunan saat ini tidak lagi cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi komoditas mentah. Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah membangun nilai tambah melalui hilirisasi, pengolahan, branding, sertifikasi serta perluasan akses pasar global.

"Saat ini, preferensi lifestyle masyarakat global tengah bergeser ke arah produk yang berkelanjutan dan bercita rasa premium. Ini tentu jadi peluang besar bagi Jatim untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu sentra kopi unggulan Indonesia," ucapnya.

Khofifah pun menjelaskan, Indonesia saat ini merupakan salah satu dari empat produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan kontribusi sekitar tujuh persen terhadap produksi kopi dunia. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kopi Indonesia memiliki reputasi yang semakin kuat di pasar internasional.

Jawa Timur merupakan salah satu dari lima provinsi penghasil kopi terbesar di Indonesia. Volume produksi tercatat sebesar 80.895 ton yang ditopang oleh empat kabupaten yaitu Malang, Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo.

Angka tersebut juga didukung dengan fakta luas kebun kopi rakyat Jatim yang mencapai 123.720 hektare. Tersebar di berbagai sentra utama yakni Malang, Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Situbondo.

Selain kopi, lanjut Khofifah, Jawa Timur juga tercatat berhasil meningkatkan produksi tanaman kakao. Melalui klasterisasi tanaman kakao di wilayah Blitar, Madiun, Trenggalek hingga Pacitan. "Kopi dan kakao adalah dua agrokomoditas unggulan yang siap terus ditingkatkan daya saingnya guna menjamin stabilitas pendapatan para petani," ucap Khofifah.

Meski memiliki potensi besar, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan pasar global juga semakin kompetitif. Oleh sebab itu, peningkatan produktivitas harus dibarengi dengan perbaikan kualitas, standardisasi produk, sertifikasi, inovasi pengolahan, hingga penguatan pemasaran berbasis digital.

Menurutnya, keberhasilan membangun daya saing kopi dan kakao tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, akademisi, lembaga keuangan, hingga para petani.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan JCFF 2026 yang dinilai semakin memperkuat ekosistem kopi dan kakao nasional.

Ia menilai, tema "From Local Flavors to Global Horizon" mencerminkan tekad bersama untuk membawa komoditas unggulan Indonesia menembus pasar dunia melalui penguatan kualitas, inovasi dan kolaborasi.

Ia juga menjelaskan bahwa secara umum produksi kopi, kakao, dan teh di Pulau Jawa pada 2024 tetap terjaga pada kisaran 220 ribu hingga 250 ribu ton, dengan Jawa Timur menjadi sentra utama produksi kopi dan kakao di Pulau Jawa.

Filianingsih berharap JCFF dapat terus berkembang menjadi katalis inovasi, hilirisasi dan kolaborasi yang memperkuat ekosistem agroindustri hijau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta UMKM.

"Semoga JCFF terus berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia," tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa festival kopi Bank Indonesia Kopi Jatim Info Surabaya