KETIK, SURABAYA – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia (Mentras RI), Muhammad Iftitah Sulaiman menghadiri wisuda ke-133 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya pada Sabtu 18 April 2026.
Kehadirannya ke ITS secara khusus untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Abdul Rohid, mahasiswa ITS yang meninggal dunia saat mengikuti program Ekspedisi Patriot.
"Abdul Rohid tanpa dengan kata-kata sudah memberikan satu inspirasi nyata. Bagaimana doa yang disampaikan saat wisuda itu diamalkan dalam dunia nyata," katanya.
Ia juga menyampaikan perkembangan program Transmigrasi Patriot yang selama ini melibatkan ITS sebagai salah satu dari tujuh mitra utama. Saat ini program tersebut diperluas dengan bergabungnya tiga universitas baru, yaitu Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin, sehingga total mitra kampus menjadi 10.
Pada kesempatan yang sama, adik kandung almarhum, Aprilia Nur Intan Saputri menerima beasiswa sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan kakaknya.
Sementara itu, Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati mengungkapkan almarhum Abdul Rohid merupakan mahasiswa dengan dedikasi tinggi.
Ia menjelaskan, almarhum seharusnya mengikuti wisuda tahun lalu namun memilih jalan pengabdian di program Patriot Transmigrasi.
"Almarhum memilih jalan pengabdian dan sudah dinyatakan lulus tahun lalu, tapi Allah punya rencana lain," ungkapnya.
Lanjutnya, salah satu warisan teknologi yang ditinggalkan almarhum Abdul Rohid berupa alat penjernih air atau water purifier. Alat itu dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah transmigrasi. (*)
