Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat, Gubernur Khofifah Kenang Pengabdiannya

5 Oktober 2026 11:01 5 Okt 2026 11:01

Aretha Zizi S., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Nyai Hj Mahfudhoh Aly Ubaid Wafat, Gubernur Khofifah Kenang Pengabdiannya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah di Jakarta, pada Minggu, 4 Oktober 2026. (Tangkap layar @khofifah.ip)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Nyai Hj. Mahfudhoh Aly Ubaid binti KH. Abdul Wahab Chasbullah, Ketua Dewan Pertimbangan Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama, pada Minggu, 4 Oktober 2026 di Jakarta.

Ucapan ini disampaikan Khofifah melalui akun Instagram resminya, yaitu @khofifah.ip pada Senin, 5 Oktober 2026. Ia menyebut almarhumah Nyai Hj. Mahfudhoh adalah sosok yang sangat dihormati, sekaligus seorang ibu, guru, dan panutan yang sepanjang hayatnya mendedikasikan diri untuk umat, Nahdlatul Ulama, serta perjuangan Muslimat NU.

"Beliau adalah sosok yang sangat kami hormati, seorang ibu, guru, sekaligus panutan yang sepanjang hayatnya mendedikasikan diri untuk umat, Nahdlatul Ulama, dan perjuangan Muslimat NU," ungkap Khofifah.

Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid lahir pada 12 Maret 1944 di Jombang. Ia merupakan putri pertama dari empat bersaudara, dari pasangan KH Wahab Chasbullah dan Nyai Sa'diyah. Adik-adiknya, yaitu Nyai Hisbiyah Rohim, Nyai Munjidah Wahab, KH Muhammad Hasib Wahab, dan KH M Roqib Wahab.

Khofifah mengatakan bahwa kepergian ini meninggalkan duka yang mendalam. Namun, ia tetap mendoakan beliau agar segala pengabdian, perjuangan, keteladanan, dan amal kebaikan akan terus mengalir menjadi amal jariyah. Serta diampuni segala dosa dan khilaf oleh Allah SWT. 

Tidak lupa, Khofifah juga turut mendoakan piham keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan.

Dikabarkan, Almarhumah akan dikebumikan di komplek pemakaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada Senin, 5 Oktober 2026.

Dalam unggahan itu, Khofifah juga mengenang almarhumah Nyai Hj. Mahfudhoh sebagai pengamal qasidah burdah. Ia menyebut telah puluhan tahun bersama beliau dalam berbagai majelis, termasuk saat almarhumah mengajak untuk membaca qasidah burdah.

Sejak tahun 1994 atau pada awal-awal Nyai Hj Machfudhoh Aly Ubaid menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Ia dibantu oleh adiknya Gus Roqib dan istrinya mengasuh pondok. Sebab, pada saat itu, ia menjadi ketua Wanita Persatuan pusat dan wakil ketua departemen Dakwah DPP PPP yang harus bolak balik Jakarta-Jombang.

Beliau menjadi mustasyar PBNU masa khidmah 2021-2026 bersama Nyai Hj Sinta Nuriyah Wahid dan Nyai Hj Nafisah Sahal Mahfudz, Jabatan ini menegaskan pengakuan NU terhadap keilmuan dan otoritasnya sebagai ulama perempuan. Sebelumnya, ia mengemban amanah sebagai A'wan (Dewan Pakar) PBNU masa khidmah 2015–2021.

Lalu, almarhumah memulai kaderisasi di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan pernah memimpin sebagai Ketua PW Fatayat NU DKI Jakarta. Pada tahun 1979-1989, ia dipercaya menjadi ketua umum Pimpinan Pusat Fatayat NU. Almarhumah juga menjadi pengurus harian di Pucuk Pimpinan (PP) Muslimat NU selama beberapa periode dan Penasehat PP Muslimat NU. Bahkan, beliau menginisiasi dan memimpin Himpunan Daiyah dan Majelis Taklim (HIDMAT) Muslimat NU Pusat selama tiga periode berturut-turut.

"Selamat jalan, Ibu Nyai. Matur nuwun sanget atas segala teladan dan pengabdian,” pungkas Khofifah.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa