Kartini Masa Kini Multitalenta di Dunia Digital

21 April 2026 01:02 21 Apr 2026 01:02

Simon Naldi E., Rahmat Rifadin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Kartini Masa Kini Multitalenta di Dunia Digital

Sosok R.A. Kartini atau Raden Ajeng Kartini. (Foto: gemini AI)

KETIK, SURABAYA – Setiap tanggal 21 April, suasana di Indonesia pasti berubah menjadi lebih anggun dan berwarna. Banyak wanita tampil cantik dengan kebaya, rambut dikepang atau dibiarkan terurai, mengikuti gaya pahlawan nasional Raden Ajeng Kartini.

Namun, jika kita melihat lebih dalam, makna "Kartini" di tahun 2026 ini sudah berkembang menjadi sesuatu yang jauh lebih luas, modern, dan sangat unik.

Dari meja tulis ke dunia maya

Jika dulu perjuangan kartini dibatasi oleh tembok istanah dan hanya bisa di suarakan lewat surat-surat yang ditulis dengan pena dan tinta, kini "Kartini Masa Kini" memiliki panggung yang tak terbatas. Mereka tidak lagi butuh kurir untuk menyampaikan pesan, cukup dengan satu jari menyentuh layar ponsel, suara mereka bisa didengar oleh seluruh dunia.

Mereka adalah para digital native yang cerdas. Wanita-wanita hebat ini memanfaatkan teknologi untuk belajar, berbisnis,dan berbagai inspirasi.

Mereka adalah content creator, programmer, Pengusaha online, hingga aktifitas sosial. Bagi mereka internet bukan sekedar tempat hiburan, tapi ladang ilmu yang tak pernah kering.

Multitalenta dan tangguh

Satu hal yang membuat Kartini masa kini sangat unik adalah kemampuan mereka melakukan banyak peran sekaligus (multitasking) dengan luar biasa.

Jangan salah sangka, mereka tetap bisa tampil elegan dan feminin, tapi di saat yang sama juga sangat tangguh dan logis. Mereka bisa memegang kendali perusahaan di pagi hari, menjadi ibu yang penuh kasih di sore hari, dan tetap punya waktu untuk mengembangkan diri di malam hari.

Kartini masa kini paham betul bahwa kecantikan itu ada tiga dimensi: cantik fisik, cantik pikiran, dan cantik perilaku. Mereka tidak mau hanya menjadi "hiasan" semata, tapi ingin menjadi "pemain" yang nyata dalam membangun bangsa.

Tidak ada batasan untuk bermimpi

Pesan terbesar yang diwariskan Kartini adalah tentang kebebasan berpikir dan hak untuk belajar. Pesan itu kini terbukti nyata. Di era sekarang, sudah tidak ada lagi kalimat "wanita tidak mampu" atau "wanita cuma di dapur".

Jadi, memperingati Hari Kartini tahun ini adalah saat yang tepat untuk merayakan keberagaman potensi wanita Indonesia. Kita berterima kasih pada Ibu Kartini yang telah membuka pintu gerbang kesetaraan, dan kini giliran kita yang mengisi pintu itu dengan karya-karya nyata yang membanggakan. (*)

Tombol Google News

Tags:

#TokohNasional #21April #RaKartini #harikartini

Berita Lainnya oleh Simon Naldi Erikson