Sering Ketindihan? Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya Menurut Penjelasan Ilmiah

28 April 2026 03:00 28 Apr 2026 03:00

Fariha Al J., Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sering Ketindihan? Ternyata Ini Penyebab Sebenarnya Menurut Penjelasan Ilmiah

Ilustrasi Penyebab Ketindihan. (Desain: Fariha Al Jihan/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Ketindihan sering dianggap berkaitan dengan hal mistis. Padahal, kondisi ini nyata dan bisa dijelaskan secara ilmiah sebagai sleep paralysis. Banyak orang mengalaminya saat tidur, terutama ketika tubuh lelah atau pikiran sedang tidak tenang.

Pernah merasa sudah bangun tapi tubuh tidak bisa digerakkan? Ketindihan terjadi ketika seseorang terbangun, tetapi tubuh belum bisa bergerak. Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Dr. Tirta Mandira Hudhi melalui akun TikTok Info Kesehatan ID pada 15 Januari 2025, kondisi ini digambarkan sebagai keadaan saat seseorang sudah melek, tetapi tidak bisa bangun.

Hal itu terjadi karena tidur tidak mencapai fase nyenyak (deep sleep) secara optimal, lalu masuk ke fase rapid eye movement (REM). Tiba-tiba otak terbangun, tetapi otot tubuh masih dalam kondisi pemulihan, sehingga belum siap untuk bergerak.

Kenapa tubuh seperti “terkunci” saat kita sadar? Secara ilmiah, saat tidur terutama ketika bermimpi otak memang mengirimkan sinyal ke otot untuk bergerak. Namun, tubuh secara otomatis “mematikan” sementara fungsi otot agar seseorang tidak benar-benar melakukan gerakan sesuai mimpinya. Ketindihan muncul ketika seseorang terbangun sebelum proses ini selesai, sehingga mata sudah terbuka, tetapi tubuh masih tidak bisa digerakkan, bahkan terasa sulit bernapas.

Kenapa terasa menakutkan dan seperti nyata? Dalam kondisi setengah sadar ini, otak juga bisa memunculkan halusinasi, seperti merasa ada sosok di sekitar atau adanya tekanan di tubuh. Inilah yang sering membuat ketindihan dikaitkan dengan hal mistis, padahal sebenarnya merupakan mekanisme alami tubuh.

Jadi ketindihan adalah fenomena biologis, bukan gangguan gaib. Dengan pola tidur yang teratur, kondisi tubuh yang cukup istirahat, serta mengelola stres, kejadian ini umumnya bisa dikurangi atau dicegah. (*)

Tombol Google News

Tags:

Penyebab Ketindihan Sleep Paralysis