KETIK, CILACAP – RSUD Cilacap terus mempersiapkan pengoperasian layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) atau Laboratorium Kateterisasi sebagai bagian dari program transformasi layanan kesehatan yang dicanangkan pemerintah melalui program KJSU-KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak).
Pelaksana Tugas Direktur RSUD Cilacap, Reza Prima Muharama, mengatakan pengembangan layanan Cath Lab merupakan program yang dimandatkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan penyakit jantung, stroke, dan gangguan saraf.
“Sejak tahun 2025 RSUD Cilacap sudah mendapat bantuan alat Cath Lab. Alat tersebut akan dioptimalkan untuk pelayanan pada kasus-kasus jantung koroner yang akut,” ujar dr. Reza, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, saat ini persiapan layanan masih berada dalam tahap monitoring dan evaluasi. Manajemen rumah sakit juga telah melakukan studi banding ke RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo guna mempelajari kebutuhan sarana dan prasarana pendukung yang diperlukan dalam operasional layanan tersebut.
Dari sisi sumber daya manusia, RSUD Cilacap disebut telah memiliki tenaga medis yang memadai untuk mendukung layanan Cath Lab.
“Untuk tenaga kesehatan atau dokter, di RSUD Cilacap telah tersedia dua dokter jantung dan satu dokter saraf,” jelasnya.
Saat ini rumah sakit masih melengkapi sejumlah alat penunjang serta menunggu proses kredensial dan perizinan dari BPJS Kesehatan sebelum layanan dapat dioperasikan secara penuh.
“Cath Lab ini merupakan satu-satunya alat penunjang jantung yang ada di Kabupaten Cilacap,” tambahnya.
Dr. Reza menjelaskan bahwa penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di Kabupaten Cilacap. Tingginya kasus tersebut tercermin dari jumlah pasien yang berobat ke poli jantung setiap harinya.
“Dari data poli rawat jalan, pasien jantung setiap hari sekitar 80 orang dan bisa mencapai 100 pasien per hari setelah masa liburan,” katanya.
Ia menilai pola hidup, tingkat stres, serta pola makan menjadi faktor yang turut memengaruhi tingginya angka penyakit jantung di masyarakat.
Terkait pembiayaan, dr. Reza memastikan layanan pengobatan penyakit jantung dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan selama seluruh persyaratan administrasi dan prosedur pelayanan terpenuhi.
“Apabila secara administratif telah terpenuhi, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan penunjang, konsultasi dokter hingga proses pembayaran, maka layanan tersebut dapat diklaim melalui BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, layanan Cath Lab nantinya akan difokuskan untuk penanganan kasus jantung dan saraf, meskipun beberapa penyakit lain juga dimungkinkan mendapatkan tindakan intervensi sesuai hasil konsultasi medis.
RSUD Cilacap menargetkan layanan Cath Lab dapat mulai beroperasi pada akhir Juli 2026, sambil menunggu penyelesaian berbagai tahapan persiapan dan koordinasi dengan BPJS Kesehatan.
Dr. Reza berharap kehadiran layanan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Cilacap sekaligus memperkuat posisi RSUD Cilacap sebagai rumah sakit rujukan pilihan masyarakat.
“Kami berharap RSUD Cilacap bisa menjadi rumah sakit kebanggaan Kabupaten Cilacap dan menjadi rumah sakit kebanggaan Jawa Tengah. Ke depan kami tidak hanya memberikan pelayanan, tetapi juga memberikan ilmu kepada masyarakat,” pungkasnya.(*)
.png)