KETIK, SURABAYA – Lukisan legendaris karya maestro Basuki Abdullah seolah terlahir kembali dengan gaya berbeda, lewat goresan cat di atas kanvas oleh seniman Surabaya, XGO. Ia memamerkan karya lukisannya pada gelaran Fraktal yang berlangsung di Artotel Surabaya.
"Saya memang suka mengangkat isu yang sedang ramai di media sosial. Sebagian besar karya dibuat secara spontan dan mengalir mengikuti kondisi saat ini," kata XGO, Rabu, 24 Juni 2026.
Selain XGO, Fraktal juga memamerkan karya-karya dari beberapa seniman lainnya, yaitu Anas Hope dan Roni Wijaya. Jumlah karya yang dipamerkan sebanyak 25.
Sementara itu kurator pameran Fraktal, Frigidanto Agung menjelaskan alasan memberikan nama ini karena melihat lekuk-lekukan geometri yang sedang naik daun di media sosial.
Lanjutnya, untuk karya. Ia mengungkapkan memutuskan nama setelah melihat karya seni dari para seniman tersebut.
"Saya memilih 10 karya XGO dari Surabaya, Anas dari Bangkalan dan Roni karena mengangkat seni dengan karya lokal yang kuat," jelasnya
Pameran Fraktal membuktikan bahwa bahasa visual tidak memiliki batasan. Rumus geometri, tren media sosial hingga karya masa lampau dapat dilebur menjadi satu harmoni yang menyegarkan dalam membungkus seni rupa di Surabaya. (*)
.png)