KETIK, SURABAYA – Seorang siswa kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) bernama Abdullah Faqih Siswadi mampu menghafalkan 10 juz Al-Qur’an dalam uji Tasmi’ 10 Juz Bil Ghoib. Bertempat di ruang utama Masjid Al-Akbar Surabaya pada Rabu, 5 Agustus 2026, ia membagikan pengalamannya menghafal 10 juz.
“Alhamdulillah, bisa hafal 10 juz sejak kelas 1 sampai kelas 6, rasanya senang dan bangga. Caranya ya berusaha hafal 1 halaman setiap hari,” ujar dia.
Didampingi orang tuanya, siswa kelas 6-B itu berharap hafalannya penuh barokah dan mendoakan sang ustaz yang telah membimbing selama ini.
Dalam kesempatan itu, ayah dari Abdullah Faqih, M Ari, mengaku senang dan bangga juga atas keberhasilan anaknya itu.
“Caranya memang istiqomah setiap hari dan orang tua juga setengah memaksa untuk setor hafalan pada setiap pagi dan mengulanginya bakda Sholat Maghrib. Alhamdulillah, berhasil dan ustaznya menyatakan lancar,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Pendidikan Masjid Al-Akbar, Ustaz M Jakfar, menilai keberhasilan Abdullah Faqih itu tidak terlepas dari ikhtiar yang dilakukan guru pembimbing tahfidz atau hafalan dan tentu saja orang tuanya, sehingga selama enam tahun bisa hafal 10 juz yakni juz 1-8 dan juz 29-30.
“Kami dari Yayasan Pendidikan Masjid Al-Akbar juga bangga ada siswa yang mampu menuntaskan hafalan Qur’annya, apalagi MI ini merupakan satu-satunya di Surabaya yang mencetak Generasi Qur’ani sehingga bisa menjadi contoh bagi MI lain dan juga bisa menjadi berkah. Semoga jadi anak yang saleh,” ucapnya.
Hal sama juga disampaikan Kepala MI Masjid Al-Akbar M Chasan. Ia mengaku bangga ada siswa MI Masjid Al-Akbar yang bisa hafal 10 juz Al-Qur’an. “Kami menargetkan siswa kami bisa hafal 3-5 juz sebelum lulus dengan pendampingan enam ustaz tahfidz, tapi ada juga beberapa siswa yang bisa hafal sampai 10 juz, seperti Abdullah Faqih,” katanya.
Ia menambahkan keberhasilan siswa yang hafal Al-Qur’an sesuai target MI akan mendapatkan penilaian khusus dalam kelulusan, namun siswa yang bersangkutan juga dapat menjadi ikon bagi MI Masjid Al-Akbar bila ada kegiatan di luar. “Kalau dia melanjutkan ke MTs Masjid Al-Akbar, tentu ada beasiswa khusus,” tutur dia. (*)
