GEN Sumenep Gelar Dialog Budaya di Keraton, Dorong Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Leluhur

10 Juni 2026 08:09 10 Jun 2026 08:09

Fery Purnomo, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail GEN Sumenep Gelar Dialog Budaya di Keraton, Dorong Anak Muda Jadi Penjaga Warisan Leluhur

Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep menggelar dialog kebudayaan bertajuk "Generasi Emas: Menjaga Warisan, Menguatkan Peradaban" di Taman Andhap Asor, Keraton Sumenep, Selasa malam, 9 Juni 2026. (Foto: Fery Purnomo/Ketik.com)

KETIK, SUMENEP – Generasi Emas Nusantara (GEN) Sumenep menggelar dialog kebudayaan bertajuk "Generasi Emas: Menjaga Warisan, Menguatkan Peradaban" di Taman Andhap Asor, Keraton Sumenep, Selasa malam, 9 Juni 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah arus perkembangan zaman.

Acara yang dimulai pukul 19.00 WIB itu menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang. Mereka adalah Budayawan Nasional H. Ibnu Hajar, M.Pd., Bupati Sumenep Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., serta Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep Mohammad Zaini. Diskusi berlangsung interaktif dengan dipandu Sekretaris GEN Sumenep, Aliya Zahra.

Sejumlah pejabat dan tokoh organisasi turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Hizbul Wathan, Ketua GEN Jawa Timur Muhammad Romli, Ketua GEN Sumenep Fauzi, serta anggota GEN dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya mewakili Bupati Sumenep, Hizbul Wathan menyampaikan apresiasi atas inisiatif GEN Sumenep yang dinilai mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian budaya daerah.

Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga ruang refleksi untuk memahami identitas masyarakat. Ia menilai proses menjaga budaya merupakan bagian dari upaya mengenali akar sejarah dan karakter masyarakat Sumenep maupun Madura secara umum.

"Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda diajak untuk lebih dekat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. Budaya adalah identitas yang harus terus dirawat agar tidak tergerus perkembangan zaman," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Mohammad Zaini, menegaskan bahwa upaya pelestarian budaya memiliki dasar hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ia menjelaskan, regulasi tersebut menjadi payung hukum dalam menjaga berbagai kekayaan budaya, mulai dari situs bersejarah hingga kesenian tradisional yang dimiliki daerah.

"Sumenep memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam. Keberadaan situs sejarah, tradisi, hingga seni budaya yang ada saat ini membutuhkan peran generasi muda agar tetap lestari dan berkembang di masa depan," katanya.

Pada sesi penutup, Budayawan Nasional H. Ibnu Hajar mengajak generasi muda untuk lebih mencintai budaya lokal serta memandang kebudayaan dengan cara yang terbuka dan inklusif.

Ia mencontohkan Jepang sebagai negara yang mampu menjaga warisan budayanya sekaligus berkembang menjadi bangsa maju. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki.

"Sebuah bangsa akan memiliki peradaban yang kuat jika generasi mudanya menghargai dan menjaga budayanya sendiri. Karena itu, kecintaan terhadap budaya lokal harus terus ditanamkan sebagai fondasi membangun masa depan," pungkasnya.

Melalui dialog kebudayaan tersebut, GEN Sumenep berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami sejarah dan budaya daerahnya, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya untuk generasi mendatang. (*)

Tombol Google News

Tags:

Para Narasumber Tokoh Budaya Keraton Sumenep Generasi Emas Nusantara Gen Sumenep Taman Andhap Asor warisan budaya