KETIK, SORONG – Perjuangan atlet Federasi Olahraga Domino (Orado) asal Papua Barat Daya dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Orado harus terhenti di babak perdelapan final.
Sebelum tersingkir, atlet Orado Papua Barat Daya mampu menunjukkan performa impresif dengan mengalahkan sejumlah tim dari total 38 provinsi peserta. Capaian tersebut menjadi catatan positif bagi kontingen yang tampil membawa nama daerah di tingkat nasional.
Ketua Orado Provinsi Papua Barat Daya, Raymond Karubaba, tetap memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang maksimal meski belum berhasil melangkah ke babak perempat final.
"Kami telah memaksimalkan semua kemampuan para atlet. Walaupun belum dapat melaju ke babak perempat final, kami tetap mengapresiasi perjuangan mereka," ungkap Raymond Karubaba, Rabu, 29 April 2026.
Ia menambahkan, Pengurus Orado Papua Barat Daya ke depan akan melakukan penjaringan secara menyeluruh guna mendapatkan atlet terbaik untuk menghadapi Kejurnas berikutnya.
Raymond menjelaskan, meski tidak mendapatkan suntikan anggaran dari pemerintah provinsi, para atlet tetap mampu mengharumkan nama Papua Barat Daya di kancah nasional.
Menurutnya, keterbatasan dana membuat kontingen hanya bisa memberangkatkan pasangan juara pertama hasil Kejuaraan Tingkat Provinsi (Kejurprov). Padahal, pada Kejurnas setiap provinsi mendapat jatah tiga kuota pasangan atlet, yakni juara pertama, kedua, dan ketiga dari hasil kejuaraan provinsi.
"Kami membawa nama Provinsi Papua Barat Daya dalam Kejurnas Orado yang diikuti oleh seluruh peserta dari 38 provinsi seluruh Indonesia, nah dari 38 provinsi itu Papua Barat Daya mampu bersaing di perdelapan final. Kedepan, kami berharap ada dukungan dari Pemda setempat," tutup Raymond Karubaba. (*)
