Gelak Tawa dan Air Mata di Gardu Ronda: Uniknya Lomba Kupas Bawang Bapak-bapak di Sleman Rayakan HUT ke-81 RI

22 Agustus 2026 14:12 22 Agt 2026 14:12

Fajar Rianto, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Gelak Tawa dan Air Mata di Gardu Ronda: Uniknya Lomba Kupas Bawang Bapak-bapak di Sleman Rayakan HUT ke-81 RI

Warga Dusun Sedan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleman, tampak antusias mengikuti lomba mengupas bawang merah dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di area Gardu Pos Ronda RT 06/RW 34, Jumat malam 21 Agustus 2026. (Foto: Bhr/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Aroma tajam bawang merah menyengat pekat di udara malam yang dingin. Di bawah temaram lampu gardu pos ronda, puluhan pria dewasa tampak serius, sesekali menyeka mata yang berair, namun tetap tertawa lepas.

Suasana penuh keakraban tersebut mewarnai kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RT 06/RW 34, Dusun Sedan, Kalurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat malam 21 Agustus 2026. Warga setempat menggelar malam puncak perayaan kemerdekaan yang diisi dengan berbagai perlombaan unik, salah satunya yang paling menyedot perhatian: lomba mengupas bawang merah khusus bapak-bapak.

Perlombaan ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan domestik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menguji kecepatan, ketelitian, sekaligus kesabaran para peserta dalam mengupas kulit ari bawang merah tanpa merusak bagian dagingnya.

"Tidak sanggup menyelesaikan tadi, perih sekali di mata," ujar Hendra Irawan (35), salah satu peserta yang tampak menyerah di tengah jalan akibat pedihnya uap bawang merah yang menyerang matanya.

Meski diwarnai air mata karena perih dan gelak tawa penonton yang menggema, para peserta tetap antusias. Panitia menerapkan sistem penilaian yang ketat namun jenaka, meliputi aspek kecepatan, kerapian hasil kupasan, hingga volume terbanyak dalam durasi yang ditentukan.
Heru Santosa, peserta lainnya, memaknai perlombaan ini dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, kalah atau menang sama sekali bukan tujuan utama dari digelarnya acara tersebut.

"Lomba kupas bawang merah ini bukan soal kalah menang. Keguyuban, kekompakan, serta eratnya silaturahmi antarwarga itu yang menjadi hal paling penting," ungkap Heru di sela-sela acara.

Kemeriahan malam itu tidak berhenti pada urusan dapur. Panitia juga menyajikan berbagai perlombaan lain yang menguji konsentrasi dan kerja sama, seperti lomba memasukkan bolpoin ke dalam botol, menggiring balon menggunakan terong, hingga lomba konsentrasi warna.
Interaksi hangat dan canda tawa antartetangga yang tumpah ruah di area gardu pos ronda malam itu menjadi potret nyata kuatnya semangat gotong royong dan kerukunan warga Dusun Sedan dalam merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

Lomba Kupas Bawang Dusun Sedan Sariharjo Ngaglik Bapak Bapak Lomba 17 Agustus Sleman Yogyakarta Kegiatan Warga Agustusan Sleman Warga Sedan Ngaglik Tradisi 17an