KETIK, SLEMAN – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman menancapkan garis start untuk mengakselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayahnya.
Lewat agenda Jumpa Pers bertajuk ”Sehat Sejak Dini, Berprestasi untuk Negeri: Menguatkan Potensi Generasi Sleman”, Dispora resmi membeberkan sejumlah program kerja unggulan sepanjang semester II 2026 di Sleman, Selasa 18 Agustus 2026.
Langkah ini disiapkan sebagai mesin penggerak utama dalam memacu Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) sekaligus Indeks Pembangunan Olahraga (IPO) Kabupaten Sleman.
Kepala Dispora Kabupaten Sleman Heru Saptono STP MM, menegaskan, seluruh program dirancang bukan sekadar rutinitas penyerapan anggaran, melainkan investasi jangka panjang bagi generasi muda.
"Tahun ini, Dispora Kabupaten Sleman mengusung tema besar: 'Menggerakkan Potensi, Mengukir Prestasi, Mewujudkan Sleman Bugar, Kreatif, dan Mandiri'. Sejalan dengan Tema Jumpa Pers 'Sehat Sejak Dini, Berprestasi untuk Negeri : Menguatkan Potensi Generasi Sleman," ujar Heru Saptono di hadapan awak media.
Menurutnya, tema ini bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata Dispora Sleman dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di Kabupaten Sleman.
"Target akhir dari seluruh program kerja yang kami susun difokuskan pada dua muara utama, yaitu peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan Indeks Pembangunan Olahraga (IPO)," jelasnya.
Inkubasi Bisnis hingga Tekan Pengangguran Terdidik
Di sektor kepemudaan, Dispora Sleman menggulirkan empat agenda besar yang menyasar penguatan ekonomi, karakter, dan kreativitas remaja. Sepanjang Agustus 2026, digelar Pemilihan Pemuda Pelopor bertagline ”Muda, Berani Bergerak, Berdampak” untuk pemuda usia 16–30 tahun.
Ajang ini mengompetisikan lima bidang kepeloporan: kewirausahaan, seni budaya, ekonomi digital, lingkungan, serta sosial kemasyarakatan. Di bulan yang sama, Pemilihan Gugus Depan dan Pembina Pramuka Berprestasi juga digelar untuk memperkokoh jiwa kepemimpinan.
Untuk meredam angka pengangguran terdidik, Dispora meluncurkan program inkubasi bisnis ”Juragan Muda” pada September 2026. Program ini menyasar wirausahawan muda usia 16–30 tahun yang sudah memiliki rintisan usaha (start-up).
Tak berhenti di situ, ruang ekspresi anak muda dibuka lebar melalui FESTAPORA pada Oktober 2026, sebuah ajang festival musik bagi grup band pelajar SMA/sederajat se-Kabupaten Sleman untuk menyalurkan energi kreatif secara positif.
Ia sebutkan, rangkaian kegiatan kepemudaan bakal ditutup dengan tradisi Pengembaraan Akhir Tahun (BARATA) ke-37 oleh Kwarcab Gerakan Pramuka Sleman melalui DKC Sleman pada 28–31 Desember 2026 guna menempa fisik, mental, dan kedisiplinan Penegak serta Pandega.
Incar POPDA DIY 2027 Berbasis Sport Science
Sementara di sektor keolahragaan, Dispora Sleman mematok strategi tiga pilar: pembibitan sejak dini, pembinaan prestasi, dan pembudayaan olahraga di masyarakat. Pada Agustus hingga September 2026, fokus diarahkan pada Pembinaan Olahraga Usia Dini tingkat sekolah dasar berbasis sport science.
"Program Pembinaan Olahraga Usia Dini merupakan langkah strategis dan terstruktur dalam membangun fondasi prestasi olahraga Kabupaten Sleman secara berkelanjutan. Fokus utama kegiatan ini adalah mengenali potensi fisik, motorik, dan minat olahraga anak sejak usia sekolah dasar/usia dini, sehingga proses pembinaan dapat dilakukan secara terukur, berbasis ilmu pengetahuan (sport science), dan tepat sasaran," urai Heru.
Disebutkan, enam cabang olahraga (cabor) yang masuk radar pembinaan usia dini ini meliputi bola voli, senam SKJ, taekwondo, catur, panahan, dan tenis meja. Puncaknya, pada Oktober 2026, Dispora Sleman memperketat pembinaan atlet muda melalui Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP).
Sebanyak 27 cabor dibina secara intensif sebagai kawah candradimuka untuk menerjunkan atlet-atlet terbaik Sleman di ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) DIY 2027.
Di sisi lain, pembinaan Kelompok Olahraga Masyarakat (KOM) terus berjalan berkelanjutan demi menjaga kebugaran warga secara masif.
Heru menegaskan, keberhasilan agenda besar ini membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk peran media massa.
"Keberhasilan program-program ini tentu tidak dapat dicapai oleh Dispora semata. Kami membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, pemuda, komunitas olahraga, serta peranan vital dari rekan-rekan media untuk mengedukasi, menginformasikan, dan mengajak publik ikut serta. Mari kita bersama-sama mengawal jalannya program ini agar memberikan dampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Sleman," pungkasnya. (*)
.png)