Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31 15 Apr 2026 14:31

Fajar Rianto, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Kepala UPTD Rusunawa Sleman, Haryo Susanto, SH, saat memberikan keterangan terkait capaian kinerja dan digitalisasi layanan melalui aplikasi SIMRUWA Sleman, Rabu 15 April 2026. Di bawah kepemimpinannya, UPTD Rusunawa menargetkan predikat "Rusunawa Kelas Satu" di Indonesia dengan mengedepankan transparansi layanan. (Foto: Haryo for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Kabupaten Sleman tengah memacu transformasi besar-besaran sepanjang 2026.

Fokus utama tahun ini adalah mengintegrasikan seluruh lini layanan ke dalam ekosistem digital guna mengikis celah birokrasi dan meningkatkan efisiensi pengelolaan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Kepala UPTD Rusunawa Sleman, Haryo Susanto, mengungkapkan bahwa tonggak inovasi tahun ini bertumpu pada pengoperasian aplikasi dan situs SIMRUWA. Platform ini dirancang sebagai pintu tunggal (single entry) bagi penghuni maupun calon penghuni dalam mengakses layanan publik.

Foto Tampilan antarmuka (interface) situs SIMRUWA (Sistem Informasi Manajemen Rusunawa) milik Pemkab Sleman. Platform ini menjadi tonggak transformasi UPTD Rusunawa Sleman dalam menyederhanakan proses pendaftaran, pemantauan antrean unit secara real-time, hingga sistem pengaduan penghuni yang lebih transparan dan akuntabel. (Foto: Fajar R/Ketik.com)Tampilan antarmuka (interface) situs SIMRUWA (Sistem Informasi Manajemen Rusunawa) milik Pemkab Sleman. Platform ini menjadi tonggak transformasi UPTD Rusunawa Sleman dalam menyederhanakan proses pendaftaran, pemantauan antrean unit secara real-time, hingga sistem pengaduan penghuni yang lebih transparan dan akuntabel. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

SIMRUWA adalah singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Susun Sederhana Sewa. Secara fungsional, SIMRUWA merupakan platform digital (berupa aplikasi) yang dikembangkan secara mandiri oleh UPTD Rusunawa Kabupaten Sleman untuk mengintegrasikan seluruh layanan pengelolaan hunian vertikal dalam satu pintu.

“Melalui SIMRUWA, calon penghuni dapat memantau ketersediaan unit dan antrean secara transparan dan real-time. Sementara bagi penghuni eksisting, sistem ini memudahkan penyampaian aduan berbasis digital,” ujar Haryo Susanto di ruang kerjanya, Rabu, 15 April 2026.

Terkait transaksi, Haryo menjelaskan bahwa saat ini penghuni sudah dimudahkan dengan sistem E-Retribusi. Pembayaran sewa hunian kini bisa dilakukan melalui berbagai kanal digital seperti QRIS dan metode pembayaran elektronik lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan akuntabilitas keuangan dan memberikan kenyamanan bagi warga.

"Saat ini pembayaran melalui E-Retribusi sudah berjalan dan bisa menggunakan QRIS atau kanal lainnya. Namun, target ke depannya, sistem E-Retribusi ini akan kami gabung sepenuhnya ke dalam aplikasi SIMRUWA, sehingga penghuni cukup menggunakan satu platform untuk semua urusan, mulai dari aduan hingga pembayaran," tambah Haryo.

Tantangan Literasi Digital

Meski infrastruktur digital telah mumpuni, Haryo tak menampik adanya kerikil di lapangan, terutama menyangkut literasi teknologi para penghuni. Ia menyadari bahwa migrasi sistem memerlukan adaptasi budaya.

"Sistem sudah berjalan, namun kami melihat masih ada penghuni yang belum sepenuhnya mengerti cara penggunaan fasilitas digital tersebut. Ini menjadi tugas kami untuk terus melakukan pendampingan secara persuasif," katanya.

Langkah digitalisasi ini diperkuat oleh PERBUP No. 7 Tahun 2026 tentang Pemanfaatan Fasilitas Hunian Rusunawa yang mewajibkan pendaftaran secara daring. Namun, UPTD tetap menyiapkan katup pengaman jika terjadi kendala teknis pada peladen (server).

"Jika ada kendala pada situs web, pendaftaran tetap bisa dilakukan secara luring di kantor unit rusunawa. Kami memastikan pelayanan tidak boleh terhenti hanya karena kendala teknis," tegas Haryo.

Fasilitas Inklusif dan Ekspansi Gemawang Baru

Di luar urusan digital, aspek fisik dan keamanan tetap menjadi prioritas. Rehabilitasi fasilitas tahun ini mencakup perbaikan jaringan CCTV, optimalisasi pompa air, hingga pembenahan fasilitas umum. Untuk menjamin rasa aman, petugas keamanan disiagakan 24 jam penuh, didukung tim Mechanical Electrical (ME) yang siap merespons cepat keluhan teknis. Haryo juga menekankan komitmen Rusunawa Sleman terhadap nilai inklusivitas.

“Kami menyediakan kuota dan fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia. Mereka ditempatkan di lantai dasar untuk memudahkan aksesibilitas,” katanya.

Menanggapi lonjakan angka hunian (occupancy rate) di wilayah Sleman, UPTD telah menyiapkan langkah strategis berupa ekspansi.

"Minat masyarakat terhadap hunian vertikal sangat tinggi. Guna merespons kebutuhan tersebut, kami akan segera mengoperasikan Rusunawa Gemawang Baru," ungkap Haryo.

Kemandirian Ekonomi dan Visi Masa Depan

Rusunawa Sleman kini tak sekadar menjadi tempat berteduh, tetapi juga inkubator kemandirian ekonomi. UPTD menyediakan ruang usaha khusus bagi penghuni di unit-unit rusunawa. Selain itu, kolaborasi lintas sektor diperkuat, termasuk bersinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman untuk menjaga kawasan tetap asri.

Capaian paling krusial adalah keberhasilan membangun sistem SIMRUWA secara mandiri oleh tim internal. Namun, Haryo menegaskan pihaknya belum akan mengerem inovasi.

"Target besar kami adalah menjadikan Rusunawa Sleman tidak hanya layak huni, tetapi berkualitas tinggi, modern, transparan, dan berkelanjutan. Kami optimistis bisa membawa Sleman memiliki 'Rusunawa Kelas Satu' di Indonesia," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

#RusunawaSleman #HaryoSusanto #HunianMbr #PerbupSleman2026 #RusunawaGemawangBaru PemkabSleman #TransformasiDigital #PelayananPublikSleman #HunianVertikal #DinasPupkpSleman #SmartCitySleman #PerumahanRakyatSleman