KETIK, SITUBONDO – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Situbondo, Selasa 21 April 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Hotel Sidomuncul 1 Wisata Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas Satpol PP dalam menekan peredaran rokok tanpa pita cukai.
Bupati Situbondo yang akrab di panggil Mas Rio dalam arahanya menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berdampak pada persaingan usaha yang tidak sehat serta berpotensi merugikan masyarakat.
“Pemberantasan rokok ilegal membutuhkan sinergi semua pihak. Melalui kegiatan bimtek ini, saya berharap SDM yang terlibat semakin memahami regulasi, mekanisme pengawasan, serta strategi penindakan terhadap peredaran rokok ilegal,” ujar Mas Rio.
Lebih lanjut, Mas Rio mengatakan, Satpol PP sebagai unsur dari tim pemberantas BKC ilegal harus benar-benar profesional dalam melakukan operasi rokok ilegal, jangan sampai ikut menggunakan rokok ilegal apalagi membantu penyebarannya.
"Satpol PP harus berkomitmen dalam pemberantasan rokok ilegal, jangan sampai membocorkan informasi-informasi penting kepada pihak yang mendapatkan keuntungan dalam penyebaran rokok ilegal tersebut," pungkas Mas Rio.
Sementara Itu, Kasatpol PP Kabupaten Situbomdo Sruwi Hartanto melalui Kabid Tibum Tranmas, Indra Permana Adityo mengatakan, bimtek tersebut diikuti sebanyak 25 orang dari Satpol PP dan Damkar. Mereka akan digembleng materi tentang ketentuan cukai, ciri-ciri rokok ilegal, hingga strategi pengawasan di lapangan.
Melalui peningkatan kapasitas SDM ini, upaya pemberantasan rokok ilegal di Situbondo dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan penerimaan negara serta perlindungan terhadap industri rokok legal.
“Kita ingin peredaran rokok ilegal di Situbondo dapat ditekan semaksimal mungkin. Dengan SDM yang kuat dan koordinasi yang baik, maka saya yakin hal tersebut dapat terwujud,” terang Indra (*)
