DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

15 April 2026 10:07 15 Apr 2026 10:07

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail DLHK Sidoarjo Tindak TPS Liar di Jabon Sidoarjo

Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono (tiga dari kiri) bersama personel Polsek Jabon, Koramil Jabon, perangkat Desa Trompoasri menuutp TPS sampah liar pada Selasa (14 April 2026). (Foto: DLHK SIDOARJO)

KETIK, SIDOARJO – Sampah-sampah plastik menumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Trompoasri, Kecamatan Jabon. Bertahun-tahun TPS itu ada dan meresahkan warga. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau DLHK Sidoarjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Selasa (14 April 2026). TPS liar langsung ditutup.

Plt Kepala DLHK Sidoarjo Arif Mulyono memimpin sidak TPS liar tersebut. Dia didampingi oleh perangkat desa, badan permusyawaratan desa (BPD), Polsek Jabon, dan Koramil Jabon. DLHK Sidoarjo datang ke lokasi yang meresahkan warga tersebut.

Menurut Arif Mulyono, informasi yang diperoleh DLHK Sidoarjo menyebutkan bahwa pembuangan sampah di TPS Desa Trompoasri telah berlangsung sekitar 2 tahun. Sejak sidak itu, aktivitas TPS liar akan ditutup untuk umum. Khususnya, para pembuang sampah liar dari luar Desa Trompoasri.

”TPS kami tutup hingga manajemen desa siap,” kata Arif Mulyono.

Dia menambahkan, saat ini, layanan sampah diprioritaskan bagi warga Desa Trompoasri dengan sistem yang baru. DLHK Sidoarjo berharap Desa Trompoasri kembali bersih.

”Sesuai dengan namanya, Desa Trompoasri yang asri,” ujar salah seorang staf ahli Bupati Sidoarjo tersebut.

Mengapa ada tumpukan sampah bertahun-tahun di TPS liar Desa Tromproasri? Arif Mulyono menjelaskan, ceceran, tumpukan, bahkan gunungan sampah terjadi karena selama ini belum ada sistem pengelolaan sampah yang memadai di tingkat desa. Timbul kesan kumuh.

”DLHK Sidoarjo hadir di sini bersama pemerintah desa, kecamatan, polsek, maupun koramil. Ternyata benar. Belum ada manajemen pengelolaan sampah di Desa Trompoasri yang baik dan benar,” ungkapnya.

DLHK Sidoarjo mendorong Pemdes Desa Trompoasri untuk segera mengaktifkan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R). Jika fasilitas itu sudah ada, warga tidak lagi membuang sampah ke TPS liar tersebut.

Kepala Desa Trompoasri Suyanto menjelaskan, masalah sampah di desanya sudah tergolong kritis. Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) seharusnya menjadi solusi penanganan limbah rumah tangga. Namun, TPST itu diketahui mangkrak selama kurang lebih 2 tahun.

Pembuangan sampah liar semakin marak. Kesehatan masyarakat terancam. Menurut Suyanto, fasilitas TPST tersebut dibangun pada masa kepala desa sebelumnya. Namun, gedung tersebut belum difungsikan secara optimal. Gedung TPST dibiarkan kosong adalah karena ketidaksiapan infrastruktur penunjang.

”Memang, zaman Kepala Desa Samsul, kendalanya adalah mencari pengelola sampah. Alat-alat pendukungnya belum siap. Makanya sampai sekarang belum bisa difungsikan," ujar Suyanto.

Pemdes Trompoasri masih terkendala keterbatasan dana dan peralatan untuk menyeraDLHK hkan pengelolaan sepenuhnya kepada pihak profesional. (*)

 

 

Tombol Google News

Tags:

DLHK Sidoarjo TPS Sampah Liar Kecamatan Jabon sidoarjo Arif Mulyono