KETIK, SIDOARJO – Suliadi terkejut bukan main. Kamis pagi (21 Mei 2026), sekitar pukul 09.00, dia mendapat kabar musibah. Seorang putrinya menelepon bahwa rumah mereka di RT 29 RW 5, Dusun Tanggungan Utara, Desa Grinting, Kecamatan Tulangan, terbakar hebat. Sekitar 2/3 bangunan tempat tinggal keluarga lelak 50 tahun tersebut ludes dilalap api.
"Habis semua, Pak. Saya tinggal satu pasang pakaian saja," kata Suliadi saat sedang menunggu kedatangan Bupati Subandi pada Jumat siang (22 Mei 2026).
Jumat siang itu, Bupati Subandi mendatangi rumah bapak empat anak itu. Kondisinya parah. Khususnya bagian belakang.
Dapur, kamar mandi, kamar tidur keluarganya tinggal puing-puing saja. Atapnya habis. Temboknya hitam gosong. Kayu-kayu kusennya juga hangus.
"Apinya memang dari dapur. Tapi, sampai sekarang kami belum tahu apa yang terbakar awalnya," ujar suami Rini Susilowati, 45, tersebut.
Kepala Disdikbud Sidoarjo Tirto Adi dan Anita Dwi Setiawati melihat berkas ijazah, rapor, dan transkrip nilai kuliah yang terbakar. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Ijazah dan Transkrip Nilai Kuliah Terbakar
Tidak hanya gedung yang hangus. Perabot rumah, pakaian, kursi, dan sebagainya juga ludes tak tersisa. Termasuk, ijazah, rapor, maupun nilai hasil kuliah anak-anak Suliadi yang juga hangus. Salah satunya, nilai kuliah Anita Dwi Setiawati, putri kedua Suliadi dan Rini Susilowati. Nilai kuliah hingga semester VI di Unusida Sidoarjo juga dilalap si jago merah.
"Untung saya simpan hasil scan-nya," ungkap Anita kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sidoarjo Tirto Adi.
Tirto Adi mengatakan bahwa anak-anak Suliadi tidak perlu khawatir. Dokumen hasil sekolah itu bisa dimintakan keterangan dan diberikan pengganti. Kalau lulusan madrasah bisa mengajukan ke Kemenag Sidoarjo. Kalau SD atau SMP bisa ke Disdikbud Sidoarjo.
" Tolong dicatat semua dulu," kata Tirto kepada Anita.
Bupati Subandi menaruh perhatian besar kepada nasib keluarga Suliadi. Kedatangannya bertujuan untuk memberikan bantuan sebagai tanggung jawab pimpinan daerah. Bupati Subandi memerintahkan Kalaksa BPBD Sidoarjo Sabino Mariano untuk mendata semua kerusakan. Pemkab Sidoarjo akan memperbaikinya dengan biaya APBD Sidoarjo.
"Mpun kuatir Pak Suliadi dan Ibu Rini. Kita akan bantu perbaiki," ungkap Bupati Subandi.
Puing-puing bekas kebakaran di kamar keluarga Suliadi. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Kepada Suliadi, Bupati Subandi juga bertanya apakah atapnya diganti genting lagi atau pakai esbes. Kerangkanya baja ringan atau galvalum. Dengan cepat Suliadi minta pakai esbes saja.
"Tolong Pean hitung Pak Sabino ya. Kalau bisa Senin sudah mulai dikerjakan," tegas Bupati Subandi yang dijawab lugas oleh Sabi o, "Siap."
Bupati Subandi meminta Suliadi, Rini, dan empat anaknya tidak terlalu bersedih. Musibah kebakaran ini sebaiknya diterima dengan sabar. Ikhlas. Sebagai kepala daerah, Bupati Subandi akan selalu membantu warganya yang sedang terkena musibah.
"Semoga musibah ini membawa hikmah dan berkah," ucap Bupati Subandi
Kondisi atap rumah Suliadi yang habis terbakar dan ambruk. (Foto: Fathur Roziq/Ketik.com)
Mendengar jawaban itu, Suliadi dan Rini pun tersenyum. Mereka lalu diaiak foto bersama dengan Bupati Subandi.
"Terima kasih Pak Bupati Subandi yang sangat peduli kepada nasih kami," ungkap Suliadi. Dia tidak mengira banyak pihak datang beramai-ramai memberikan perhatian kepada keluarganya.
Tak lama kemudian, giliran para tetangga berebut minta foto seperti keluarga Suliadi. Mereka antre. Gantian dilayani dengan sabar oleh Bupati Subandi.
"Eh tolong-tolong difotono. Babah wis aku kaosan gak popo," ujar seorang ibu sambil menggendong anaknya. Para tetangga pun tersenyum.
Selain membantu perbaikan rumah yang terbakar, Bupati Subandi juga membagikan sembako kepada para lansia di sekitar rumah Suliadi dan Siti. Mereka terlihat begitu gembira. Malah ada yang memeluk Bupati Subandi dengan mesra. (*)
