KETIK, SERANG – Pemerintah Provinsi Banten melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Forum Satu Data Indonesia (SDI) tingkat Provinsi Banten yang berlangsung di Ballroom Bappeda, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Kamis 16 April 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional Satu Data Indonesia sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019, serta diperkuat melalui Peraturan Gubernur Banten Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Satu Data Indonesia di Provinsi Banten.
Dalam forum tersebut, Dinas Pariwisata Provinsi Banten berhasil meraih Piagam Penghargaan Satu Data Indonesia sebagai Produsen Data Terbaik I tingkat perangkat daerah se-Provinsi Banten.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dalam penyediaan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini menjadi dorongan bagi jajarannya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan data, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki kualitas data, terutama data penunjang pariwisata agar semakin akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Eli, Provinsi Banten memiliki potensi pariwisata yang sangat beragam, mulai dari wisata bahari, wisata alam, hingga wisata belanja. Oleh karena itu, keberadaan data yang valid dan terintegrasi dinilai sangat penting dalam mendukung perencanaan dan pengambilan kebijakan pembangunan sektor pariwisata.
Ia juga menegaskan bahwa pihaknya telah menerapkan prinsip keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi terkait pengembangan pariwisata disampaikan secara transparan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah.
“Keterbukaan informasi ini tidak hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, tetapi juga untuk memberikan ruang kepada masyarakat dalam memberikan masukan konstruktif demi pengembangan pariwisata di Banten,” katanya.
Eli menambahkan, ke depan kebijakan pembangunan pariwisata di Provinsi Banten diharapkan semakin tepat sasaran karena didukung oleh basis data yang kuat dan terintegrasi.
“Ke depan, kebijakan pembangunan pariwisata akan lebih akurat dan terarah karena berbasis data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)
