Sentuhan KUR BNI Bikin Sapu Ijuk Semboro Kian Diminati Pasar

18 September 2026 12:29 18 Sep 2026 12:29

Ponirin, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Sentuhan KUR BNI Bikin Sapu Ijuk Semboro Kian Diminati Pasar

Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp200 juta dari BNI Kantor Cabang Jember. (Foto: Ponirin/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Siapa sangka, dari sebuah rumah produksi sederhana di Desa Semboro, Kabupaten Jember, lahir usaha sapu ijuk yang kini kian mantap menembus pasar lebih luas.

Adalah Karyati, perempuan yang bersama suaminya merintis usaha bermerek Ken Dedes, kini merasakan lompatan besar setelah mendapat suntikan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp200 juta dari BNI Kantor Cabang Jember.

Modal segar itu bukan sekadar angka di atas kertas. Bagi Karyati, dana tersebut menjadi kunci untuk memperluas lokasi usaha sekaligus mendongkrak kapasitas produksi. Hasilnya, sapu ijuk dan perlengkapan rumah tangga bikinannya kini merambah berbagai segmen pasar — dari gedung-gedung perkantoran, instansi pemerintah, pedagang keliling yang berjualan dari kampung ke kampung, hingga rumah tangga biasa di Jember dan sekitarnya.

Di balik layar, lima pasang tangan bekerja setiap hari menghidupkan roda produksi Ken Dedes. Mulai dari mengolah serabut ijuk mentah, memasang gagang, mengepres sesuai ukuran, hingga mengemas produk agar siap dikirim ke pelanggan.

Tak berhenti di situ, usaha ini juga menjalin rantai pasok lintas daerah, bahan baku ijuk didatangkan langsung dari Bondowoso, Lumajang, dan Puger, membuat denyut ekonomi ikut menjalar ke wilayah-wilayah pemasok tersebut.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut kisah Ken Dedes sebagai bukti nyata bahwa pembiayaan yang tepat sasaran bisa menjadi bahan bakar pertumbuhan UMKM di daerah.

"Usaha produktif di daerah memiliki rantai ekonomi yang cukup luas. Ketika kapasitas usahanya meningkat, manfaatnya juga dapat dirasakan oleh tenaga kerja, pemasok, hingga jaringan penjualan yang terlibat," tegasnya.

Okki menambahkan, KUR BNI Jember memang sengaja diarahkan kepada pelaku usaha yang sudah punya pasar dan prospek jelas, bukan sekadar menyalurkan dana, tapi memastikan setiap rupiah benar-benar mendorong usaha tumbuh sehat dan berkelanjutan. Karena itu, prinsip kehati-hatian tetap dijaga ketat, mulai dari verifikasi kelayakan hingga pengawasan penggunaan dana agar tepat sasaran.

Tak berhenti pada akses modal, BNI Jember juga merangkul pelaku UMKM lewat pendampingan, digitalisasi usaha, hingga perluasan akses pasar. Alhasil, fasilitas produksi Ken Dedes pun kian mumpuni, lengkap dengan mesin pembuatan sapu, gudang penyimpanan, dan sarana logistik yang mendukung kelancaran distribusi hingga ke tangan konsumen.

Bagi BNI, kisah Karyati dan Ken Dedes bukan sekadar cerita sukses satu usaha, melainkan gambaran besar bagaimana ekosistem UMKM di Kabupaten Jember bisa terus bergeliat.

Ke depan, bank pelat merah ini berkomitmen membuka lebih banyak pintu pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, agar semakin banyak Karyati-Karyati baru bermunculan, memperluas pasar, mendongkrak produksi, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.(*)

Tombol Google News

Tags:

BNI Jember KUR