KETIK, PEKALONGAN – Tradisi sedekah bumi atau ruwat bumi di Desa Ketanonageng, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan berlangsung meriah dengan pagelaran wayang golek yang untuk pertama kalinya digelar setelah 24 tahun tradisi tersebut berjalan, Jumat malam, 8 Mei 2026.
Kepala Desa Ketanonageng, Jamhari menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga acara sedekah bumi dapat terselenggara dengan baik.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih kepada para donatur dan warga masyarakat yang telah memberikan sumbangsihnya sehingga kegiatan sedekah bumi ini bisa terlaksana dengan baik. Setelah hampir 24 tahun, baru kali ini ada pagelaran wayang golek,” ujar Jamhari dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan sedekah bumi membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya para petani agar hasil pertanian semakin melimpah dan terbebas dari berbagai hama tanaman.
Menurutnya, pagelaran wayang golek bukan hanya hiburan semata, tetapi juga bagian dari ruwat bumi dan upaya melestarikan budaya lokal. Jamhari menyebut antusias masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti rangkaian acara tersebut.
“Dengan adanya pagelaran wayang golek ini, kami berharap hasil bumi masyarakat semakin melimpah, masyarakat diberikan kesehatan, dan kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin yang lebih baik lagi di tahun mendatang,” katanya.
Rangkaian kegiatan sedekah bumi, kata Jamhari, sebelumnya diawali dengan tasyakuran dan doa bersama. Warga datang ke kantor desa membawa ambengan untuk dibagikan kepada masyarakat. Acara juga diisi ceramah keagamaan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil bumi yang diperoleh.
Jamhari mengakui pihak desa sebenarnya berencana menambah rangkaian kegiatan seperti gunungan dan doorprize. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Sementara itu, Camat Sragi, Slamet Riyanto yang hadir mewakili Plt Bupati Pekalongan, Sukirman menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan terus melestarikan budaya daerah.
Ia mengatakan tradisi sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan hasil pertanian sekaligus wujud nyata nguri-uri budaya Jawa yang harus dijaga bersama.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat untuk menjaga budaya dan tradisi daerah,” ujar Slamet Riyanto.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendoakan agar masyarakat Kecamatan Sragi, khususnya Desa Ketanonageng, diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, hasil panen yang baik, serta generasi muda yang soleh dan solehah.
Sebagai informasi, sedekah bumi di desa Ketanonageng menghadirkan Ki Dalang Hadi Tasmoyo dari Pekalongan dengan lakon Bupati Luwuk.
Pembukaan acara secara simbolis dengan penyerahan wayang oleh Camat Sragi Slamet Riyanto didampingi Kepala Desa Ketanonageng Jamhari kepada Ki Dalang Hadi Tasmoyo.(*)
