KETIK, PASAMAN BARAT – Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, kembali digelar setelah terakhir kali masyarakat nagari tersebut melaksanakan pemilihan wali nagari pada 2011.
Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan kampanye terbuka penyampaian visi dan misi calon wali nagari yang digelar di Aula Kantor Wali Nagari Ujung Gading, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan Pilwana Ujung Gading 2026 yang diikuti para calon untuk menyampaikan visi, misi dan program kepada masyarakat.
Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Ujung Gading, Drs. H. Ahmad Sahrin, mengatakan pelaksanaan Pilwana menjadi bagian penting dalam perjalanan demokrasi di Nagari Ujung Gading.
Menurutnya, pemilihan wali nagari tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemimpin nagari, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menemukan formula terbaik dalam mewujudkan Nagari Ujung Gading yang mandiri dan sejahtera.
Ahmad Sahrin mengajak seluruh calon, pendukung dan masyarakat untuk menjaga suasana Pilwana agar tetap aman, damai dan kondusif.
Ia menekankan pentingnya pelaksanaan Pilwana dengan semangat badunsanak, sehingga perbedaan pilihan politik tidak menimbulkan gesekan maupun merusak hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.
"Perbedaan pilihan jangan sampai membuat kita terpecah. Kita semua adalah badunsanak dan bagian dari masyarakat Nagari Ujung Gading," ujarnya.
Panitia Pilwana juga mengingatkan seluruh pihak agar mengedepankan kampanye yang santun serta siap menerima hasil pemilihan, baik menang maupun kalah.
Masyarakat juga diminta menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks, politik uang, serta kampanye hitam yang berpotensi memicu konflik selama tahapan Pilwana berlangsung.
Sementara itu, Pj Wali Nagari Ujung Gading, Ade Kurnia, S.Pd., mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Pilwana.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak sampai menyebabkan perpecahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam proses demokrasi. Karena itu, seluruh masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan keharmonisan meskipun memiliki pilihan calon yang berbeda.
"Siapapun yang mendapatkan amanah nantinya, mari kita dukung sepenuhnya. Perbedaan pilihan adalah hal yang biasa," ujarnya.
Kampanye terbuka penyampaian visi dan misi tersebut turut dihadiri unsur TNI/Polri, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta sejumlah unsur masyarakat lainnya.
Rangkaian kampanye Pilwana Ujung Gading dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 11, 12 dan 13 September 2026.
Dengan mengusung semangat Pilwana badunsanak, seluruh pihak diharapkan mampu menjaga proses pemilihan tetap berlangsung aman, tertib, demokratis dan menjunjung tinggi persaudaraan masyarakat Nagari Ujung Gading. (*)
