Duh! Gegara Jalan Rusak SDN 1 Sambong Pacitan Hanya Dapat Satu Murid Baru

1 Juli 2026 15:27 1 Jul 2026 15:27

Al Ahmadi

Editor
Thumbnail Duh! Gegara Jalan Rusak SDN 1 Sambong Pacitan Hanya Dapat Satu Murid Baru

Meski fasilitas SDN 1 Sambong memadai, hingga Rabu, 1 Juli 2026, sekolah tersebut baru menerima satu peserta didik baru karena akses jalan menuju sekolah masih rusak. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Ironi dunia pendidikan terjadi di Kabupaten Pacitan. 

Di saat sekolah memiliki guru lengkap, ruang kelas layak, dan fasilitas belajar memadai, SD Negeri 1 Sambong justru hanya mendapatkan satu murid baru pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Bukan karena kualitas pendidikan yang anjlok, melainkan akses jalan menuju sekolah yang rusak membuat orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sana.

Kepala SDN 1 Sambong, Nurman Ali Taufiq, mengatakan sekolah yang berada di Dusun Sawahan, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, sejatinya berada di kawasan yang dapat menjangkau anak-anak dari tiga dusun sekaligus.

Namun, kondisi jalan yang sulit dilalui membuat calon siswa dari dua dusun lainnya lebih memilih bersekolah di tempat lain.

"Input kami sekarang hanya dari satu dusun. Seharusnya bisa menghimpun anak-anak dari tiga dusun, tetapi karena akses jalan, akhirnya yang masuk hanya dari satu dusun," ujar Nurman kepada Ketik.com, Rabu, 1 Juli 2026.

Hingga awal Juli 2026, sekolah baru menerima satu calon peserta didik baru. 

Meski demikian, pihak sekolah masih membuka pendaftaran dan berharap masih ada tambahan siswa dalam beberapa pekan ke depan.

"Sementara baru satu murid. Informasinya masih ada tambahan dua anak lagi, sehingga mudah-mudahan nanti total bisa menjadi tiga siswa," katanya.

Fenomena minimnya peserta didik baru, lanjut Nurman, bukan terjadi tahun ini saja. 

Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah siswa di setiap tingkat rata-rata hanya berkisar empat hingga enam orang.

Data sekolah menunjukkan, lulusan kelas VI tahun ini hanya enam siswa. 

Adapun jumlah siswa kelas V sebanyak lima anak, kelas IV empat anak, kelas III lima anak, dan kelas II empat anak. Total siswa yang saat ini belajar di SDN 1 Sambong hanya sekitar 21 anak.

Menurut Nurman, selain persoalan akses jalan, jumlah kelahiran yang terus menurun di lingkungan sekitar sekolah turut memengaruhi jumlah peserta didik baru.

"Fenomena pendidikan memang mengalami penurunan. Di sini faktor ekonominya bukan masalah. Yang sekolah di sini ada dari keluarga mampu maupun kurang mampu. Persoalannya memang jumlah kelahiran dan penduduk di sekitar sekolah semakin sedikit," jelasnya.

Meski demikian, ia optimistis SDN 1 Sambong masih memiliki daya saing apabila akses menuju sekolah diperbaiki.

Menurutnya, dengan kondisi jalan yang layak, sekolah berpeluang kembali menarik siswa dari tiga dusun yang selama ini menjadi wilayah layanan pendidikan.

"Kalau akses jalannya sudah baik, kami siap bersaing. Kami berharap ada stimulan dari pemerintah desa atau pihak terkait untuk memperbaiki jalan menuju sekolah sehingga anak-anak dari wilayah lain bisa kembali bersekolah di sini," harapnya.(*)

Tombol Google News

Tags:

Sdn 1 Sambong Nurman Ali Taufiq Spmb Pacitan jalan rusak Pacitan Desa Sambong Kecamatan Pacitan Pendidikan Pacitan Murid Baru Info Pacitan Berita pacitan