KETIK, BLITAR – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar terus memperkuat konsolidasi internal partai sebagai persiapan menghadapi agenda politik mendatang.
Terbaru, konsolidasi tersebut ditandai dengan penutupan Musyawarah Ranting (Musran) PDI Perjuangan Kecamatan Srengat yang digelar di pendapa kediaman Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Kecamatan Srengat, Sabtu malam 15 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus partai dan menjadi bagian dari rangkaian Musran yang digelar di seluruh wilayah Kabupaten Blitar.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, mengatakan Srengat menjadi salah satu wilayah yang dinilai memiliki potensi besar untuk memperkuat perolehan kursi legislatif partai.
“malam hari ini kita menuntaskan sekaligus penutupan musyawarah ranting di Kecamatan Srengat, sekitar 16 ranting dan sangat berpeluang untuk menghadirkan dua tokoh yang nantinya duduk di kursi DPRD Kabupaten Blitar,” kata Guntur.
Menurutnya, luasnya wilayah Kecamatan Srengat menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong lahirnya lebih banyak kandidat potensial yang mampu memperoleh dukungan masyarakat.
“Karena Srengat ini wilayahnya luas, maka perlu penanganan serius, agar bisa memunculkan dua kandidat di pemilu ke depan,” ujarnya.
Semangat serupa, lanjut Guntur, akan didorong di sejumlah kecamatan lain yang memiliki wilayah luas dan basis pemilih besar.
“Begitu pula ranting-ranting lain kita juga kobarkan semangat bagi yang memiliki wilayah yang luas juga,” imbuhnya.
Guntur optimistis soliditas struktur partai yang dibarengi dengan tingginya antusiasme masyarakat dapat menjadi modal penting bagi PDI Perjuangan untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kabupaten Blitar.
“Sebenarnya jika partai telah solid dan masyarakat antusias, ini merupakan sebuah potensi bagi PDI Perjuangan untuk meraup kembali 19 kursi, bahkan target kami 22 kursi,” tegasnya.
Target tersebut dibangun dengan gagasan agar setiap kecamatan di Kabupaten Blitar memiliki keterwakilan kader PDI Perjuangan di DPRD.
“Harapan kita di 22 kecamatan di Kabupaten Blitar minimal satu kecamatan harus ada satu kursi,” jelas Guntur.
Untuk mewujudkan target tersebut, DPC akan memperkuat komunikasi politik dan konsolidasi organisasi hingga ke struktur paling bawah.
“Ini langkah-langkah yang harus kita lakukan dengan konsolidasi dan komunikasi politik baik DPC kepada ranting hingga anak ranting,” katanya.
Guntur menambahkan, seluruh rangkaian Musran di Kabupaten Blitar ditargetkan rampung sebelum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Dan insya Allah sebelum 17 Agustus sudah tuntas semua, kita selesai melaksanakan musyawarah ranting se-Kabupaten Blitar,” ungkapnya.
Setelah struktur ranting terbentuk, konsolidasi akan dilanjutkan dengan pembentukan kepengurusan di tingkat dusun atau dukuh.
“Tahap selanjutnya setelah pengurus ranting selesai, kita membentuk pengurus di masing-masing dusun atau dukuh di seluruh Kabupaten Blitar,” terang Guntur.
Tak hanya membangun struktur organisasi, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar juga mulai menyiapkan kader untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Targetnya di 2027 DPC akan melakukan pembekalan agar para kandidat memiliki kesiapan di Pileg maupun pemilu lain,” katanya.
Guntur juga menyoroti munculnya banyak kader muda dalam struktur kepengurusan partai. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya regenerasi yang berjalan di tubuh PDI Perjuangan Kabupaten Blitar.
“Saya melihat sangat antusias ya masyarakat kepada PDI Perjuangan, terbukti dari banyaknya generasi muda di dalam kepengurusan,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan generasi muda menjadi modal penting bagi keberlanjutan partai sekaligus menghadirkan gagasan baru dalam menghadapi perkembangan politik dan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa PDI Perjuangan merupakan partai yang sangat diminati dan dicintai oleh masyarakat,” katanya.
“Kita juga telah menyiapkan generasi ke depannya. Kita memiliki banyak generasi milenial yang mempunyai sudut pandang jauh ke depan,” sambung Guntur.
Sementara itu, Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Basori, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh struktur partai bergerak dalam satu arah.
Menurutnya, Musran tidak sekadar menjadi agenda pergantian atau penataan kepengurusan, tetapi juga momentum memperkuat soliditas dan menyiapkan kader yang memiliki komitmen terhadap partai serta masyarakat.
“Musyawarah ranting ini menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur dan menyatukan langkah seluruh kader. Dengan organisasi yang solid, tentu kerja-kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah,” kata Basori.
Ia menambahkan, keterlibatan kader muda dalam kepengurusan juga harus terus didorong agar proses regenerasi berjalan secara berkesinambungan.
“Kami berharap kepengurusan yang terbentuk mampu menjalankan amanah dengan baik, menjaga komunikasi dengan masyarakat, serta terus mencetak kader-kader baru yang loyal dan memiliki kapasitas,” imbuhnya.
Senada, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi alias Kuwat, menyampaikan bahwa rangkaian Musran di Kecamatan Srengat berjalan sesuai mekanisme dan instruksi organisasi.
“Alhamdulillah hari ini telah sukses menyelenggarakan penutupan musyawarah ranting PDI Perjuangan se-Kabupaten Blitar, Kecamatan Srengat,” kata Kuwat.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Musran tersebut merupakan bagian dari tahapan konsolidasi organisasi yang berjalan berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga struktur partai di daerah.
“Sesuai perintah partai seperti yang telah dilaksanakan sebelumnya, seperti mulai DPP, DPD, DPC, PAC dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar sesuai harapan kita,” ujarnya.
Kuwat berharap hasil Musran dapat menghasilkan kepengurusan yang mampu bekerja aktif sekaligus menjadi ruang tumbuh bagi kader-kader muda PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar.
“Dengan Musren ini kita dapat mencetak banyak kader-kader muda loyal yang ke depannya dapat membesarkan partai PDI Perjuangan di Kabupaten Blitar,” pungkasnya.
Dengan rampungnya Musran di sejumlah wilayah, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar kini menyiapkan tahapan konsolidasi berikutnya hingga tingkat dusun atau dukuh.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang partai untuk memperkuat mesin organisasi sekaligus menyiapkan kader menghadapi Pemilu dan Pileg mendatang.
