KETIK, PACITAN – Kawasan Alun-alun Pacitan dipadati ribuan pelajar, guru pendamping, orang tua hingga masyarakat selama pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SD dan SMP Kabupaten Pacitan pada 18-21 Mei 2026.
Ramainya aktivitas tersebut membawa dampak positif bagi para pedagang kecil di sekitar pusat kota.
Sejak pagi hingga malam hari, suasana alun-alun tampak jauh lebih ramai dibanding hari biasa.
Arus pengunjung yang terus berdatangan membuat sejumlah lapak makanan dan minuman diserbu pembeli.
Para pedagang mengaku pelaksanaan Porseni menjadi momentum yang mendongkrak pendapatan mereka secara signifikan.
Bahkan, sebagian pedagang menyebut omzet penjualan meningkat hingga tiga kali lipat.
Siti Aminah, salah satu pedagang minuman di sekitar Alun-alun Pacitan, mengatakan dagangannya laris sejak hari pertama kegiatan berlangsung.
“Biasanya sehari sekitar Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp1 juta,” ujarnya, Rabu, 20 Mei 2026.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta dan pengunjung membuat lapaknya hampir tidak pernah sepi, terutama saat jam istirahat perlombaan dan sore hari.

Hal serupa juga dirasakan pedagang makanan ringan lainnya.
Mereka mengaku harus menambah stok dagangan karena tingginya permintaan selama Porseni berlangsung.
Tak hanya pedagang kaki lima, peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan alun-alun juga dirasakan pelaku usaha lain seperti warung makan, toko kelontong hingga jasa parkir.
Ramainya pusat kota selama Porseni menciptakan perputaran ekonomi yang cukup besar bagi pelaku usaha kecil di Pacitan.
Kehadiran ribuan peserta dari berbagai sekolah dinilai memberi dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
Selain menjadi ajang kompetisi olahraga dan seni bagi pelajar, Porseni juga menghadirkan efek ekonomi yang dirasakan langsung oleh warga di sekitar lokasi kegiatan.
Hingga malam hari, kawasan Alun-alun Pacitan masih dipenuhi aktivitas masyarakat yang menikmati suasana ramai selama gelaran berlangsung.(*)
