KETIK, BATU – Ribuan seniman bantengan dari berbagai daerah memadati Kota Batu dalam Festival Bantengan Nuswantara yang digelar pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Sebanyak 150 kelompok bantengan mengikuti parade budaya yang melintasi sejumlah ruas jalan protokol, sekaligus menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kawasan Stadion Brantas menjadi titik kumpul seluruh peserta sebelum pawai dimulai. Selanjutnya, rombongan bergerak melalui Jalan Agus Salim menuju Jalan Gajah Mada sebagai lokasi start Festival Bantengan Nuswantara.
Dari Jalan Gajah Mada, peserta kemudian melanjutkan parade hingga depan Rumah Dinas Wali Kota Batu di Jalan Panglima Sudirman.
Panitia Bantengan Nuswantara, Anjani, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, festival kali ini sepenuhnya digagas dan dilaksanakan oleh komunitas bantengan.
“Tahun ini Bantengan Nuswantara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalau sebelumnya ada kolaborasi dengan pemerintah, tahun ini murni diselenggarakan oleh masyarakat bantengan sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sekitar 150 kelompok bantengan turut ambil bagian dalam festival tersebut. Para peserta berasal dari Kota Batu, Malang Raya, Mojokerto, Blitar, hingga Kediri.
“Untuk hari ini ada sekitar 150 peserta yang ikut, berasal dari Kota Batu, Malang Raya, Mojokerto, Blitar, dan Kediri,” katanya.
Anjani juga mengungkapkan antusiasme peserta dan tamu dari luar negeri mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika sebelumnya yang hadir didominasi para seniman, kini mereka juga mengajak rekan-rekannya datang sebagai wisatawan untuk menyaksikan Festival Bantengan Nuswantara.
“Animo dari luar negeri meningkat. Kalau tahun lalu yang datang kebanyakan seniman, tahun ini mereka membawa teman-temannya untuk menyaksikan Bantengan Nuswantara sebagai wisatawan. Karena itu, kunjungan wisatawan internasional juga meningkat. Mereka memang datang ke Kota Batu untuk menyaksikan Bantengan Nuswantara,” jelasnya.
Menurut Anjani, sedikitnya 18 tamu mancanegara hadir pada penyelenggaraan tahun ini. Mereka berasal dari Australia, Jepang, Malaysia, Maroko, dan Chile.
Ia menambahkan, pelaksanaan festival dijadwalkan berlangsung hingga pukul 24.00 WIB sesuai batas waktu yang telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian.
“Kami diberi batas waktu hingga pukul 24.00 WIB. Karena itu, kami akan memaksimalkan seluruh rangkaian acara agar selesai sebelum batas waktu tersebut,” ujarnya.
Anjani menilai keberhasilan Festival Bantengan Nuswantara tidak hanya diukur dari ramainya penonton, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian masyarakat.
“Kesuksesan acara ini kami nilai dari antusiasme masyarakat yang datang menyaksikan. Selain itu, fokus utama kami adalah mendorong perekonomian masyarakat Kota Batu, khususnya pelaku UMKM yang berjualan selama acara berlangsung, termasuk para kreator konten dan YouTuber yang turut meramaikan kegiatan ini,” pungkasnya. (*)
