KETIK, PAMEKASAN – Campor Lorjuk merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Pamekasan, Madura, yang cukup populer di kalangan warga maupun wisatawan. Banyak warung yang menawarkan makanan khas berkuah ini di pelbagai sudut Pamekasan.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Warung Campor Lorjuk Bu Iis yang berada di kawasan Gladak Serang, Dusun Mongging, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Yang membuat Warung Bu Iis berbeda dari warung lainnya adalah para pengunjungnya. Warung sederhana ini kerap menjadi jujugan sejumlah pesohor ketika berada di Pamekasan.
Beberapa nama yang pernah mampir ke warung Bu Iis di antaranya adalah Dian Sastrowardoyo, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra saat proses syuting film Aruna & Lidahnya. Tak hanya itu, warung ini juga pernah dikunjungi trio reviewer otomotif ternama Indonesia, yakni Om Mobi, Fitra Eri, dan Ridwan Hanif.
Campor Lorjuk sendiri merupakan kuliner khas Madura yang menggunakan lorjuk sebagai bahan utama. Lorjuk adalah sejenis kerang laut bercangkang panjang dengan ukuran tubuh sekitar tiga sentimeter. Kerang ini hidup di dasar laut dan biasanya dicari saat air laut surut.
Waktu mencari lorjuk pun tidak lama, hanya sekitar dua hingga tiga jam ketika air laut benar-benar surut. Di Madura, lorjuk kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti pepes. Sementara air rebusannya dapat diolah menjadi petis dengan cita rasa khas.
Dalam satu porsi Campor Lorjuk, terdapat beragam isian yang membuat hidangan ini kaya rasa dan tekstur. Di dalam mangkuk biasanya berisi irisan lontong, soun, kecambah goreng, serta remahan rempeyek.
Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan kuah campor berwarna merah dan ditaburi lorjuk di atasnya. Kuah campor yang menjadi ciri khas hidangan ini juga menggunakan bahan dasar lorjuk yang diolah menjadi petis. Dari sinilah warna merah kuah tercipta, sekaligus memberikan rasa gurih yang khas dan menggugah selera.
Pemilik warung, Bu Iis, menjelaskan bahwa nama Campor Lorjuk berasal dari cara penyajiannya yang mencampurkan berbagai bahan dalam satu mangkuk.
“Kenapa disebut Campor Lorjuk, karena semua bahannya dicampur. Selain lorjuk, ada juga krupuk, kecambah, soun, dan lontong,” kata Bu Iis.
Meski warungnya sederhana, Campor Lorjuk Bu Iis memiliki banyak penggemar. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar 50 hingga 100 porsi Campor Lorjuk kepada para pelanggan yang datang silih berganti.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pamekasan, mencicipi Campor Lorjuk di warung Bu Iis bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Selain menikmati hidangan khas Madura yang autentik, pengunjung juga bisa merasakan sensasi menyantap kuliner legendaris yang pernah menjadi jujugan para pesohor. (Campor Lorjuk merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Pamekasan, Madura, yang cukup populer di kalangan warga maupun wisatawan. Banyak warung yang menawarkan makanan khas berkuah ini di berbagai sudut wilayah Pamekasan.
Salah satu yang cukup dikenal adalah Warung Campor Lorjuk Bu Iis yang berada di kawasan Gladak Serang, Dusun Mongging, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Yang membuat Warung Bu Iis berbeda dari warung lainnya adalah para pengunjungnya. Warung sederhana ini kerap menjadi jujugan sejumlah pesohor ketika berada di Pamekasan.
Beberapa nama yang pernah mampir ke warung Bu Iis di antaranya adalah Dian Sastrowardoyo, Hannah Al Rashid, dan Nicholas Saputra saat proses syuting film Aruna & Lidahnya. Tak hanya itu, warung ini juga pernah dikunjungi trio reviewer otomotif ternama Indonesia, yakni Om Mobi, Fitra Eri, dan Ridwan Hanif.
Campor Lorjuk sendiri merupakan kuliner khas Madura yang menggunakan lorjuk sebagai bahan utama. Lorjuk adalah sejenis kerang laut bercangkang panjang dengan ukuran tubuh sekitar tiga sentimeter. Kerang ini hidup di dasar laut dan biasanya dicari saat air laut surut.
Waktu mencari lorjuk pun tidak lama, hanya sekitar dua hingga tiga jam ketika air laut benar-benar surut. Di Madura, lorjuk kerap diolah menjadi berbagai hidangan, seperti pepes. Sementara air rebusannya dapat diolah menjadi petis dengan cita rasa khas.
Dalam satu porsi Campor Lorjuk, terdapat beragam isian yang membuat hidangan ini kaya rasa dan tekstur. Di dalam mangkuk biasanya berisi irisan lontong, mi soun yang telah dimasak, kacang dengan bumbu manis, kecambah goreng, serta remahan rempeyek.
Semua bahan tersebut kemudian disiram dengan kuah campor berwarna merah dan ditaburi lorjuk di atasnya. Kuah campor yang menjadi ciri khas hidangan ini juga menggunakan bahan dasar lorjuk yang diolah menjadi petis. Dari sinilah warna merah kuah tercipta, sekaligus memberikan rasa gurih yang khas dan menggugah selera.
Pemilik warung, Bu Iis, menjelaskan bahwa nama Campor Lorjuk berasal dari cara penyajiannya yang mencampurkan berbagai bahan dalam satu mangkuk.
“Kenapa disebut Campor Lorjuk, karena semua bahannya dicampur. Selain lorjuk, ada juga krupuk, kecambah, soun, dan lontong,” kata Bu Iis.
Meski warungnya sederhana, Campor Lorjuk Bu Iis memiliki banyak penggemar. Dalam sehari, ia bisa menjual sekitar 50 hingga 100 porsi Campor Lorjuk kepada para pelanggan yang datang silih berganti.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pamekasan, mencicipi Campor Lorjuk di warung Bu Iis bisa menjadi pengalaman kuliner yang menarik. Selain menikmati hidangan khas Madura yang autentik, pengunjung juga bisa merasakan sensasi menyantap kuliner legendaris yang pernah menjadi jujugan para pesohor.(*)
