KETIK, JEMBER – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Jember, Dr. Aries Harianto, menilai viralnya video oknum anggota DPRD yang bermain game dan merokok saat rapat resmi berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
Menurutnya, di era digital saat ini, masyarakat dengan cepat membentuk opini terhadap perilaku pejabat publik. Karena itu, tindakan yang dianggap tidak etis dapat berdampak luas terhadap citra lembaga maupun partai politik.
“Ketika video itu viral, publik sebenarnya sudah memberikan sanksi sosial berupa opini negatif. Dampaknya bukan hanya kepada pribadi yang bersangkutan, tetapi juga kepada DPRD sebagai lembaga dan partai politiknya. Tidak menutup kemungkinan muncul distrust atau menurunnya kepercayaan publik,” ujar Dr Aries, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, anggota DPRD merupakan representasi masyarakat yang dipilih melalui proses politik. Karena itu, perilaku anggota dewan di ruang publik akan selalu dikaitkan dengan kualitas lembaga yang mereka wakili.
Menurut Dr. Aries, tindakan bermain game saat rapat memperlihatkan rendahnya keseriusan dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan publik. Sementara perilaku merokok di ruang rapat juga dinilai mengganggu kenyamanan forum resmi.
“Orang yang bermain Game saat rapat berarti tidak fokus pada substansi kegiatan. Itu mencerminkan sikap tidak serius dan tidak respect terhadap forum maupun pihak lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, kasus viral seperti ini dapat menjadi ujian serius bagi DPRD dalam menjaga citra institusi di mata publik. Jika tidak ditangani secara terbuka dan profesional, masyarakat dapat menilai lembaga politik tidak memiliki keseriusan dalam menegakkan disiplin internal.
Karena itu, ia mendorong adanya keterbukaan dalam proses evaluasi dan penegakan etik terhadap anggota dewan yang bermasalah. Transparansi dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
“Publik harus dapat mengakses proses penegakan etik dan disiplin itu. Transparansi penting agar masyarakat percaya bahwa lembaga tidak menutup-nutupi pelanggaran yang terjadi,” katanya.
Dr. Aries berharap seluruh pejabat publik dapat menjaga perilaku dan profesionalitas saat menjalankan tugas, sebab kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam sistem demokrasi. (*)
