KETIK, CILACAP – DPD Partai Golkar Cilacap memantapkan struktur organisasi hingga tingkat RT. Langkah tersebut diwujudkan oleh DPD Partai Golkar Kabupaten Cilacap dengan menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) XI di GOR Cilmas Raya, Desa Karangrena, Kecamatan Maos pada Minggu, 21 Juni 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Golkar Cilacap resmi mengukuhkan kepengurusan Pimpinan Kecamatan (PK) empat kecamatan sekaligus meliputi Kecamatan Maos, Sampang, Kesugihan dan Jeruklegi. Pengukuhan ini sebagai upaya penguatan konsolidasi hingga akar rumput.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih, Sekretaris DPD Golkar Cilacap Mitra Patriasmoro, mantan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, jajaran pengurus partai dan ratusan kader Golkar di Kabupaten Cilacap.
Ketua DPD Golkar Cilacap, Teti Rohatiningsih menyampaikan, pelaksanaan Muscam merupakan bagian dari perencanaan yang ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026. Sesuai amanat organisasi untuk merampungkan struktur organisasi partai hingga tingkat bawah.
"Ini sesuai rencana, dan waktunya mepet saya berkoordinasi dengan Ketua Bidang Organisasi untuk menyelesaikan struktur organisasi hingga tingkat bawah, kita targetkan rampung di bulan Juni ini," kata Teti.
Pasca pengukuhan, Teti menginstruksikan ketua PK untuk segera membuat kepengurusan di tingkat Kecamatan.
"Prinsipnya, struktur kepengurusan partai harus segera lengkap hingga tingkat desa. Karena ini merupakan kebutuhan struktur organisasi mulai pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan sampai tingkat desa harus segera diselesaikan sesuai aturan organisasi partai," ujar Ketua DPD Golkar Cilacap sekaligus Anggota DPR RI.
Teti mengungkapkan, selain melakukan konsolidasi internal, dan menyusun strategi serta program kerja partai di tingkat Kecamatan, setiap agenda Muscam nantinya akan dimanfaatkan untuk regenerasi kepengurusan.
Ia juga menegaskan, pentingnya kehadiran kader Golkar di tengah masyarakat. Pelaksanaan Muscam bukan semata-mata untuk menghadapi agenda politik seperti Pemilu dan Pilkada. Menurutnya, pengurus partai tidak boleh hanya hadir saat momentum politik tetapi harus tetap aktif dan berkontribusi bagi masyarakat.
"Suara Golkar adalah suara rakyat, kita harus hadir di tengah masyarakat. Keberadaan kader Golkar sebagai penyambung lidah dari masyarakat sehingga kita harus bergerak aktif ditengah-tengah masyarakat," tegas Teti.
Program kerja di DPD Golkar Cilacap dijalankan secara bertahap, Teti mengarahkan pasca penyusunan struktur selesai, pihaknya fokus melakukan kaderisasi, pendataan KTA, kemudian program-program masing-masing bidang harus berjalan sesuai AD/ART partai.
"Pasca struktural selesai, kita fokus kaderisasi, pendataan KTA, selanjutnya program dari masing-masing bidang diharapkan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Saya ingin kader komitmen dan loyal terhadap partai," ucapnya.
Dalam tatanan kaderisasi, Golkar Cilacap merekrut berbagai kalangan, mulai dari lintas organisasi, kepemudaan, kemudian tokoh masyarakat dan lainnya.
"Sebagai regenerasi dan penyegaran, kita merangkul 60 persen berasal dari kalangan gen z dan 40 persennya itu senior," terang Teti.
"Para kader senior harus tetap dilibatkan, mereka telah berkiprah dari awal, wajib kita hormati dan bisa membimbing kader muda berjuang bersama-sama untuk masyarakat," imbuhnya
Untuk menjaga soliditas para kader, Teti memastikan akan melakukan kegiatan konsolidasi secara berkala.
"Kita juga akan melakukan pembinaan di masing-masing wilayah. Program kita selanjutnya membangun partai Golkar ke depan bersama jajaran pengurus di DPD dan menjembatani aspirasi dari masyarakat," tutur Teti.
Ketua DPD Cilacap menargetkan 12 kursi di Pemilu 2029 mendatang. "Kita optimis yah, bekerja, bergerak dan solid Insya Allah target kita 12 kursi DPRD dapat kita raih," tandasnya.(*)
.png)