KETIK, LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya memperkuat kapasitas fiskal daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Rapat Laporan Akhir Penyusunan Dokumen Kajian Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dipimpin Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, di Aula Bapperida Kabupaten Lebak, Rabu (24/6/2026).
Rapat yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari itu dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lebak, Asisten Daerah II Bidang Pembangunan Rahmat, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta tim penyusun kajian yang terlibat dalam penyusunan dokumen strategis tersebut.
Kegiatan ini merupakan tahapan akhir dari proses penyusunan kajian yang dilakukan Bapperida Kabupaten Lebak bekerja sama dengan Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN. Kajian tersebut disusun sebagai landasan ilmiah dan strategis dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD yang lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Dalam arahannya, Pj Sekda Kabupaten Lebak Halson Nainggolan menegaskan bahwa optimalisasi PAD menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kemampuan keuangan daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Menurutnya, pemerintah daerah dituntut untuk mampu menggali serta memaksimalkan berbagai potensi sumber pendapatan yang dimiliki secara inovatif dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, dan akuntabel.
“Dokumen kajian ini dapat menjadi dasar bagi Pemerintah Kabupaten Lebak dalam merumuskan kebijakan dan strategi peningkatan PAD yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujar Halson.
Ia menjelaskan, peningkatan PAD tidak semata-mata berorientasi pada bertambahnya angka pendapatan daerah, melainkan juga harus berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kemandirian daerah dalam membiayai berbagai program pembangunan.
“Kita ingin pendapatan daerah semakin kuat sehingga ruang fiskal pemerintah menjadi lebih luas. Dengan demikian, program-program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal tanpa ketergantungan yang berlebihan terhadap sumber pendanaan dari luar daerah,” katanya.
Dalam rapat tersebut, tim penyusun memaparkan berbagai hasil analisis terkait kondisi PAD Kabupaten Lebak saat ini, termasuk identifikasi potensi pendapatan yang masih dapat dikembangkan, evaluasi terhadap sumber-sumber PAD yang telah berjalan, hingga rekomendasi kebijakan dan strategi yang dapat diterapkan pada masa mendatang.
Pembahasan juga menyoroti berbagai peluang peningkatan pendapatan dari sektor-sektor potensial yang selama ini belum tergarap secara maksimal. Melalui kajian yang komprehensif, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun langkah-langkah konkret guna meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah sekaligus memperkuat basis ekonomi lokal.
Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Pembangunan Setda Kabupaten Lebak, Rahmat, menyampaikan bahwa hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi seluruh perangkat daerah dalam menyusun program kerja yang selaras dengan upaya peningkatan pendapatan daerah.
Menurutnya, sinergi antarperangkat daerah menjadi faktor utama dalam mengimplementasikan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dari kajian tersebut. Dengan kolaborasi yang kuat, potensi PAD yang dimiliki Kabupaten Lebak dapat dikelola secara lebih optimal untuk mendukung percepatan pembangunan daerah.
Rapat laporan akhir ini sekaligus menandai selesainya proses penyusunan Dokumen Kajian Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Lebak Tahun Anggaran 2026. Dokumen tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu rujukan strategis dalam pengambilan kebijakan fiskal daerah guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat kemandirian Kabupaten Lebak di masa mendatang.(*)
.png)