Home Care Jember Temukan Rumah Warga Tak Layak Huni, Pemkab Siapkan Bedah Rumah

9 Agustus 2026 20:02 9 Agt 2026 20:02

Nur Fadli, Muhammad Faizin

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Home Care Jember Temukan Rumah Warga Tak Layak Huni, Pemkab Siapkan Bedah Rumah

Bupati Jember Muhammad Fawait saat mengunjungi rumah salah satu lansia penerima manfaat Home Care dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Sumberbaru, Minggu, 9 Agustus 2026. (Foto: Diskominfo Jember)

KETIK, JEMBER – Program Home Care Pemerintah Kabupaten Jember tidak hanya menjadi sarana pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kunjungan langsung ke rumah warga juga membantu pemerintah melihat kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih nyata.

Hal tersebut terlihat saat Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau pelaksanaan Home Care dalam rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku) di Kecamatan Sumberbaru, Minggu, 9 Agustus 2026.

Gus Fawait mengunjungi tiga rumah warga yang menjadi penerima layanan Home Care. Satu rumah berada di Desa Yosorati, sedangkan dua rumah lainnya berada di Desa Rowo Tengah.

Dari kunjungan tersebut, Pemkab Jember menemukan kondisi tempat tinggal sejumlah warga yang memprihatinkan. Beberapa rumah masih menggunakan lantai tanah dan dinding bambu sehingga dinilai belum memenuhi standar rumah layak huni.

Temuan itu membuat Pemkab Jember berencana menindaklanjuti kondisi tempat tinggal warga melalui program bantuan perbaikan rumah. Pemerintah daerah menilai kebutuhan warga tidak selalu berhenti pada persoalan kesehatan karena kondisi tempat tinggal juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat.

"Tadi tiga-tiganya layak untuk dibantu rumahnya. Ada yang plesterannya masih tanah, dindingnya masih bambu. Itu akan kita perjuangkan untuk dibantu bedah rumah. Jadi manfaatnya sangat banyak, selain kesehatan juga terkait rumah layak huni," ujar Gus Fawait.

Menurut Gus Fawait, pola kunjungan langsung melalui Home Care memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk memperoleh gambaran kondisi warga secara utuh. Petugas tidak hanya melihat keluhan kesehatan penerima manfaat, tetapi juga dapat mengamati lingkungan tempat tinggal dan keadaan ekonomi keluarga.

"Homecare ini ternyata bisa membantu pemerintah bukan cuma mengecek soal kesehatan rakyatnya, tetapi juga bisa memetakan rata-rata keluhan warga Jember. Yang paling penting, kita bisa melihat kondisi riil ekonomi masyarakat," katanya.

Pendekatan tersebut, lanjut Gus Fawait, penting untuk membantu pemerintah menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing warga. Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat memperoleh pendampingan medis, sementara persoalan lain yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan tindak lanjut program pemerintah.

Ia menilai kehadiran pemerintah secara langsung juga memberikan manfaat sosial bagi warga yang selama ini menghadapi berbagai persoalan secara mandiri. Pemerintah dapat mengetahui kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi nyata, bukan hanya berdasarkan data administratif.

"Selama ini kalau mereka sakit, nanggung sendiri. Kalau butuh apa-apa, kadang memilih diam. Maka hari ini negara dan pemerintah harus hadir. Kalaupun tidak bisa menyelesaikan masalah 100%, minimal kehadiran pemerintah membuat mereka merasa ada yang bersama-sama menanggung beban," ungkapnya.

Gus Fawait mengatakan temuan rumah tidak layak huni tersebut menjadi salah satu bukti bahwa Home Care memiliki manfaat yang lebih luas. Program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi pemerintah untuk mengidentifikasi persoalan lain yang membutuhkan penanganan.

Pemkab Jember selanjutnya akan memperjuangkan bantuan bedah rumah bagi warga yang dinilai memenuhi kriteria. Pemerintah daerah juga akan melihat kebutuhan masyarakat lainnya berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan.

Di sisi lain, pelaksanaan Home Care tetap menghadapi tantangan geografis. Sejumlah wilayah memiliki medan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat sehingga Pemkab Jember menyiapkan alternatif kendaraan roda dua untuk mendukung mobilitas tenaga kesehatan.

"Ada beberapa lokasi yang medannya sulit sehingga harus dijangkau dengan motor. Kita akan cek motor-motor di OPD yang penggunaannya tidak optimal untuk dialihkan ke puskesmas, supaya bisa men-support homecare yang langsung menyentuh masalah di tengah masyarakat," pungkasnya.

Melalui kunjungan tersebut, Home Care Jember tidak hanya membuka akses layanan kesehatan bagi warga rentan, tetapi juga membantu pemerintah memetakan persoalan sosial-ekonomi yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, layanan dokter keluarga dalam program Home Care tetap berjalan dengan kunjungan rutin setiap bulan, termasuk dukungan konsultasi telemedicine bagi penerima manfaat yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. (*)

Tombol Google News

Tags:

Home Care Jember Homecare Pemkab Jember Bupati Jember Gus Fawait Muhammad Fawait