Gubernur Khofifah Dampingi Menko Pangan Zulhas di GSPI ASRI 2026, Dukung Transformasi Pelabuhan yang Green, Smart, Efisien dan Kompetitif

15 Juli 2026 16:33 15 Jul 2026 16:33

Fiqih Arfani

Wakil Pemimpin Redaksi
Thumbnail Gubernur Khofifah Dampingi Menko Pangan Zulhas di GSPI ASRI 2026, Dukung Transformasi Pelabuhan yang Green, Smart, Efisien dan Kompetitif

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT. Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, GRESIK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan kesiapan pemerintah provinsi setempat dalam mendukung transformasi pelabuhan menuju smart, efisien dan kompetitif.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Khofifah saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan di acara Green, Smart Port Initiative (GSPI) ASRI 2026 di Dermaga C PT. Petrokimia Gresik pada Rabu, 15 Juli 2026. 

Khofifah menegaskan konsep green and smart port sangat mendukung kelancaran distribusi dan rantai pasok serta sektor logistik. Sehingga pengembangan ke depan sangat dibutuhkan untuk menjaga supply chain di kawasan Indonesia Timur maupun nasional. 

“Begitu juga swasembada pangan yang menjadi cita-cita bangsa ini akan terwujud bila didukung infrastruktur salah satunya pelabuhan yang smart dan kompetitif," ujarnya.

Pengembangan konsep smart and green port, kata dia, memberikan manfaat besar di berbagai aspek. Di antaranya aspek lingkungan, teknologi dan operasional serta ekonomi dan daya saing. Mantan menteri sosial itu menyampaikan pihaknya terus mendorong operator pelabuhan di Jawa Timur mewujudkan pelabuhan lebih ramah lingkungan, meningkatkan daya saing sektor logistik.

"Karena pelabuhan yang green dan smart akan memperlancar rantai pasok sehingga sektor logistik akan menjadi lebih efisien," ucapnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan pada aspek lingkungan “green port” atau pelabuhan hijau dapat menekan emisi karbon dengan mengoptimalkan penggunaan listrik, energi terbarukan, dan alat pelabuhan berbasis listrik mengurangi polusi udara. 

Kemudian penggunaan lampu LED, cold ironing untuk kapal sandar dan manajemen energi yang lebih hemat menjadi bentuk efisiensi energi. "Pengelolaan limbah yang lebih baik dengan memaksimalkan sistem daur ulang dan pengolahan sampah menjadi kompos  bisa menjadi ikhtiar pelestarian ekosistem laut dan pesisir," katanya.

Pada aspek teknologi dan operasional smart port, didukung dengan otomatisasi bongkar muat, tracking kontainer yang real time menggunakan sistem digital menjadi salah satu upaya efisiensi yang dapat memangkas waktu dan biaya.

Transparansi dan kemudahan layanan dilakukan dengan perizinan online, pembayaran cashless dan single window system untuk mempercepat arus barang.

Sementara pada aspek ekonomi dan daya saing dioptimalkan dari percepatan waktu sandar sehingga mampu menekan biaya logistik. Khofifah juga mengatakan pelabuhan yang modern ramah lingkungan tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi investor dan pelayaran internasional.

"Ini akan membutuhkan tenaga ahli di bidang tersebut, menciptakan lapangan kerja baru, mendukung rantai pasok nasional sehingga arus barang lebih lancar, harga barang lebih stabil," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut hadir juga Menteri Lingkungan Hidup RI, Menteri Perdagangan RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Menteri Perhubungan RI, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Wakil Menko Pangan RI, Direktur Utama PT. Petrokimia Gresik, Bupati Gresik dan pejabat daerah lainnya.

Menko Zulhas bersama jajaran kementerian dan Gubernur Jawa Timur meninjau sejumlah fasilitas di Pelabuhan Petrokimia Gresik. Kunjungan ini memperlihatkan implementasi aspek keberlanjutan, keselamatan, efisiensi operasional dan digitalisasi dalam pengelolaan pelabuhan.

Sementara itu, Menko Zulhas mengatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh hasil produksi. Sistem logistik andal juga menjadi kunci agar pangan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara efektif dan efisien.

"Pelabuhan adalah simpul strategis yang menghubungkan produksi, distribusi hingga ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Karena itu, transformasi pelabuhan menuju ekosistem yang hijau dan cerdas bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan," ujar Zulhas.

Ia menambahkan, GSPI ASRI bukan sekadar ajang penghargaan, tapi program ini menjadi wadah memperkuat komitmen bersama dalam membangun pelabuhan yang berdaya saing, mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

GSPI merupakan program asesmen bagi pelabuhan untuk meningkatkan kinerja pelabuhan melalui penerapan teknologi pintar dan praktik ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan untuk mendukung kelancaran logistik pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mendukung pengurangan emisi karbon.

GSPI 2026 mengintegrasikan Gerakan Indonesia ASRI yang diinisiasi Presiden, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah, sebagai bagian dari indikator penilaian pelabuhan.

Asesmen pelabuhan dalam program GSPI mencakup aspek manajemen, teknis, efisiensi energi, pengelolaan lingkungan, pengurangan dampak lingkungan, digitalisasi, sistem informasi, integrasi teknologi serta inovasi pengelolaan pelabuhan.

Di kesempatan ini juga dilakukan penyerahan Penghargaan Green and Smart Port 2025 kepada PT. Petrokimia Gresik, PT. Pupuk Kalimantan Timur, PT. Krakatau Bandar Samudera, 4. PT. Vale Indonesia, PT. Pelindo Petikemas - TPK Banjarmasin, PT. Indonesia Kendaraan Terminal, PT. Pelindo Multi Terminal - Branch Tanjung Intan dan Terminal Petikemas Bitung. (*)

Tombol Google News

Tags:

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Menko Pangan Zulhas Pelabuhan Hijau Pemprov Jatim info Gresik berita Gresik