KETIK, JAKARTA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi karena empat daerah di Jawa Timur, yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang dan Kabupaten Banyuwangi telah ditetapkan sebagai daerah percontohan (piloting) digitalisasi bansos.
"Keberhasilan pelaksanaan di empat daerah tersebut menjadi modal penting untuk memperluas implementasi program ke wilayah lain di Jawa Timur," ujarnya di sela menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bantuan Sosial di 43 kabupaten/kota di Jakarta pada Selasa, 30 Juni 2026.
Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menyampaikan terima kasih bahwa ada empat daerah di Jawa Timur yang diikutkan dalam piloting project ini.
"Kami sebetulnya berharap, kalau memungkinkan, kita mencoba perluasan ke Madiun, Gresik, Sidoarjo, dan Kota Probolinggo," ucapnya.
Khofifah menegaskan bahww usulan tersebut realistis mengingat kesiapan infrastruktur digital serta ekosistem pemerintahan di daerah-daerah tersebut sudah cukup baik.
Sebagai provinsi dengan 38 kabupaten/kota, lanjut dia, Jawa Timur membutuhkan cakupan digitalisasi bansos yang lebih luas agar proses penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dan efisien.
"Kalau bisa menjadi bagian dari proses digitalisasi bansos ini, rasanya kami siap mendorong dan meluaskan. Kita di Jatim ada 38 kota/kabupaten. Jadi kalau sebelumnya empat, bolehlah kami ditambah empat lagi jadi delapan. Insya Allah, kita siap bekerja keras untuk mewujudkan program di sini," ungkapnya.
Meski begitu, Khofifah mengingatkan bahwa keberhasilan digitalisasi bansos juga harus diikuti dengan penguatan kualitas data penerima manfaat.
Ia menyoroti masih adanya potensi inclusion error maupun exclusion error yang disebabkan oleh masyarakat belum terdaftar (unregistered people) maupun data yang belum sepenuhnya terverifikasi.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga menilai Surabaya sebagai Ibu Kota Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang menunjukkan progres cepat dan berpeluang menyelesaikan implementasi lebih awal.
"Ini juga didukung dengan sistem yang seluruhnya dikembangkan oleh talenta Indonesia sendiri," tutur eks Kapolri tersebut. (*)
.png)