KETIK, SLEMAN – Sebagai wujud apresiasi atas kontribusi nyata dalam mengawal roda pembangunan daerah, Pemkab Sleman memberikan penghargaan khusus dalam perhelatan Sarasehan Pajak di Pendopo Parasamya, Selasa malam 8 Juli 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa.
Bupati Harda menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga layanan kesehatan yang dirasakan warga Sleman saat ini tidak lepas dari peran para wajib pajak.
"Kontribusi Bapak dan Ibu ini bukan sekadar angka di atas kertas, tapi napas bagi keberlangsungan pembangunan di Sleman. Jujur saja, tanpa sinergi dan kesadaran dari para wajib pajak, kita hanya akan jalan di tempat, tidak mungkin bisa berlari kencang membangun fasilitas publik yang layak untuk masyarakat," ujar Harda dengan nada penuh penekanan di hadapan para undangan.
Bagi orang nomor satu di Pemkab Sleman itu, setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat adalah amanah yang harus dikembalikan dalam bentuk manfaat nyata. Ia secara gamblang menyatakan bahwa pajak bukan beban, melainkan investasi sosial yang hasilnya akan dinikmati bersama.
Sementara itu, Plt Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, membeberkan bahwa pihaknya telah menyeleksi 163 wajib pajak yang dinobatkan sebagai wajib pajak panutan. Para penerima penghargaan ini datang dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha perhotelan, restoran, manufaktur, rumah sakit, sektor pendidikan, hingga sektor properti.
Abu Bakar yang juga Sekda Sleman ini memaparkan rapor capaian pajak yang cukup impresif. Hingga jatuh tempo 30 Juni lalu, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) berhasil menembus angka Rp79 miliar dari target Rp90 miliar, atau setara dengan 87,81 persen.
"Kami tahu kondisi ekonomi saat ini tidak sedang baik-baik saja, ada dinamika yang sangat dinamis di lapangan. Tapi, teman-teman wajib pajak ini luar biasa, tetap punya komitmen tinggi. Capaian 47,21 persen dari target total Rp1,310 triliun hingga semester pertama ini adalah bukti bahwa gotong royong kita masih sangat terjaga," pungkas Abu Bakar sambil mengapresiasi kerja keras seluruh tim di lapangan. (*)
Apresiasi Wajib Pajak, Bupati Harda: Pajak Itu Napas Pembangunan Sleman
8 Juli 2026 17:05 8 Jul 2026 17:05
Fajar Rianto, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Pemkab Sleman beri penghargaan kepada para wajib pajak panutan dalam acara Sarasehan Pajak di Pendopo Parasamya, Selasa malam 8 Juli 2026. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)
Tags:
Pemkab Sleman Bupati Sleman Harda Kiswaya Danang Maharsa Pajak Daerah BKAD Sleman Wajib Pajak Panutan Pendapatan asli daerahBaca Juga:
Bupati Harda Apresiasi Seniman Lokal, Sukses Bawa Nama Sleman di TMIIBaca Juga:
Pemkab Sleman Berguru ke Pekalongan Demi Optimalkan Sistem Rujukan KesehatanBaca Juga:
Bulan Dana PMI Sleman 2026 Ditutup, Terkumpul Rp1,3 Miliar untuk Layanan KemanusiaanBaca Juga:
Polresta Sleman Kirim SPDP Kasus Dugaan Sumpah Palsu Saksi Korupsi Dana Hibah PariwisataBaca Juga:
Resmikan Kantor Kalurahan Banyuraden, Bupati Sleman Ingatkan Pentingnya Rasa MemilikiBerita Lainnya oleh Fajar Rianto
8 Juli 2026 17:30
Bupati Harda Apresiasi Seniman Lokal, Sukses Bawa Nama Sleman di TMII
7 Juli 2026 14:50
Pemkab Sleman Berguru ke Pekalongan Demi Optimalkan Sistem Rujukan Kesehatan
5 Juli 2026 15:42
Mahasiswi Psikologi UNISA Yogyakarta Terjun Langsung Dampingi Korban Kekerasan
3 Juli 2026 16:13
Bulan Dana PMI Sleman 2026 Ditutup, Terkumpul Rp1,3 Miliar untuk Layanan Kemanusiaan
3 Juli 2026 09:31
Kritik Kebijakan MBG Berujung Laporan Polisi, Aliansi Advokat Yogyakarta Layangkan Petisi Bela Tiyo Ardianto
.png)