Yudisium Unikama Kukuhkan Ratusan Lulusan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Era AI

13 Agustus 2026 13:28 13 Agt 2026 13:28

Fisca Tanjung

Editor
Thumbnail Yudisium Unikama Kukuhkan Ratusan Lulusan, Tekankan Integritas dan Adaptasi Era AI

Yudisium Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama. (Foto: Humas Unikama)

KETIK, MALANG – Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 sebagai penanda berakhirnya perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.

Salah satu rangkaian yudisium digelar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Unikama yang mengukuhkan 187 mahasiswa dari lima program studi. 

Para peserta terdiri dari 29 mahasiswa Bimbingan dan Konseling, 15 mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 8 mahasiswa Pendidikan Geografi, 95 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta 40 mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD).

PGSD menjadi program studi dengan jumlah peserta yudisium terbanyak, yakni 95 mahasiswa.

Perwakilan mahasiswa, Rimba Kurniawati dari Program Studi PGSD, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang yang akhirnya membawa mahasiswa sampai pada momentum yudisium.

“Hari ini menjadi bukti bahwa setiap usaha yang kita lakukan tidak pernah sia-sia,” ungkapnya.

Rimba mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai proses yang telah dilalui, mulai dari menyelesaikan tugas, menghadapi revisi, rasa lelah, hingga berbagai momen ketika mahasiswa merasa hampir menyerah. 

Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua, keluarga, dosen, pimpinan program studi, serta seluruh sivitas akademika Unikama.

Ia kemudian mengingatkan para lulusan melalui prinsip Ora et Labora yang berarti berdoa dan bekerja. Menurutnya, impian tidak cukup hanya didoakan, tetapi juga harus diperjuangkan dengan kerja keras dan ketekunan.

“Setiap akhir adalah awal dari perjalanan yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FIP Unikama Dr. Cicilia Ika Rahayunita, M.Pd. menyampaikan bahwa perjalanan setiap mahasiswa menuju kelulusan memiliki waktu dan proses yang berbeda.

“Setiap perjalanan hidup manusia itu berbeda-beda, ada yang diberikan karunia cepat, ada yang dikaruniai lambat. Tetapi semuanya, kita sebagai manusia biasa hanya menjalankan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kompetensi di luar capaian akademik. Pengalaman berorganisasi, mengikuti perlombaan, hingga aktif dalam berbagai kegiatan dinilai dapat menjadi nilai tambah ketika lulusan memasuki dunia kerja dan masyarakat.

“Pentingnya berorganisasi, pentingnya ikut lomba, itu di sana,” katanya.

Rimba sendiri menjadi salah satu contoh mahasiswa yang memiliki prestasi di luar akademik setelah berhasil memenangkan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tingkat nasional.

Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Cicilia juga mengingatkan para calon pendidik agar tetap mengedepankan sisi kemanusiaan.

“Menjadi guru, terutama di era digital yang luar biasa masifnya, bukan sesuatu yang mudah. Memberikan kesan kepada peserta didik, memberikan sifat yang humanis kepada peserta didik, itu tidak bisa digantikan dengan digitalisasi,” tegasnya.

Dalam yudisium FIP Unikama, lima mahasiswa juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik. 

Mereka yakni Rimba Kurniawati dari PGSD dengan IPK 3,94, Sebastianus Mardi dari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan IPK 3,94, Hena Blessing dari Bimbingan dan Konseling dengan IPK 3,91, Rizal Dwi Saputra dari Pendidikan Geografi dengan IPK 3,91, serta Nina Nurvitasari dari PG PAUD dengan IPK 3,86.

Selain FIP, Fakultas Hukum Unikama juga menggelar yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Momentum tersebut menjadi pengukuhan bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan untuk menyandang gelar Sarjana Hukum.

Dekan Fakultas Hukum Unikama, Darajatun Indra Kusuma Wijaya, S.H., M.H., mengingatkan lulusan untuk siap menghadapi perubahan hukum nasional, perkembangan hukum pidana modern, hingga tantangan hukum digital dan AI.

“Jadilah penegak hukum yang berintegritas, karena pengetahuan hukum tanpa etika adalah bahaya. Di manapun Saudara berkarir nantinya, jadikan integritas sebagai kompas utama serta teruslah belajar secara adaptif,” pesannya.

Pesan tersebut sejalan dengan kesan yang disampaikan perwakilan mahasiswa Fakultas Hukum, Merlin Arlenia.

Ia menilai gelar Sarjana Hukum bukan sekadar tambahan di belakang nama, tetapi juga tanggung jawab untuk membawa ilmu dan menjaga nama baik almamater.

“Menjadi Sarjana Hukum bukan cuma soal gelar di belakang nama, tapi bagaimana kita membawa ilmu dan nama baik almamater. Semoga kita bisa menjadi orang-orang yang tetap memegang integritas, punya keberanian untuk membela yang benar, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tutur Merlin penuh haru.

Dalam kesempatan tersebut, Merlin juga dinobatkan sebagai lulusan terbaik Fakultas Hukum dengan IPK 3,88.

Sementara penghargaan mahasiswa berprestasi diberikan kepada Jemikson Solongan dan Bernabas Banyo Dukka.

Rangkaian yudisium tersebut menjadi momentum bagi para lulusan Unikama untuk membawa ilmu, pengalaman, integritas, serta kemampuan beradaptasi menghadapi tantangan baru setelah menyelesaikan pendidikan di bangku perguruan tinggi.(*)

Tombol Google News

Tags:

Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Yudisium Unikama Fakultas Ilmu Pendidikan Unikama Pgsd Unikama Fakultas Hukum Unikama