Warga di Surabaya Dikenalkan Cara Olah Limbah Organik Menjadi Pupuk Cair, Begini Prosesnya

6 September 2026 04:00 6 Sep 2026 04:00

Nazheef Thareq, Al Ahmadi

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Warga di Surabaya Dikenalkan Cara Olah Limbah Organik Menjadi Pupuk Cair, Begini Prosesnya

Mahasiswa memberikan edukasi kepada warga RW 02, Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya, mengenai cara mengolah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui program POCAS, Sabtu, 5 September 2026.

KETIK, SURABAYA – Warga RW 02, Kelurahan Sukomanunggal, Surabaya, dikenalkan cara mengolah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) melalui program POCAS (Pupuk Organik Cair untuk Masyarakat), Sabtu, 5 September 2026.

Edukasi tersebut mendorong masyarakat, khususnya kelompok tani, memanfaatkan limbah yang tersedia di lingkungan sekitar untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan mahasiswa KKN Bela Negara Kelompok 29 UPN “Veteran” Jawa Timur.

Dalam edukasi, dijelaskan bahwa berbagai bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan POC.

Bahan tersebut antara lain sisa-sisa tanaman, limbah hijau, kotoran hewan atau pupuk kandang, serta limbah industri dan rumah tangga.

Bahan organik tersebut kemudian dapat dipadukan dengan EM4 dan molase sebagai bagian dari proses pembuatan pupuk organik cair.

"Pupuk organik merupakan pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya berasal dari bahan organik yang telah diolah. Penggunaan pupuk organik dapat membantu menyediakan bahan organik sekaligus memperbaiki karakteristik fisik, kimia, dan biologi tanah," jelas narasumber mahasiswa.

Foto Para POKTAN (Kelompok Tani) Bersama Mahasiswa KKN Bela Negara Kelompok 29 UPN "Veteran" Jawa Timur

Selain itu, pupuk organik dapat membantu meningkatkan struktur fisik dan biologi tanah serta kemampuan tanah dalam menahan air.

Nutrisi yang diberikan melalui pupuk organik juga dapat tersedia secara lebih stabil dan komprehensif.

Dalam sesi edukasi, warga juga diberikan pengetahuan untuk mengenali POC yang berhasil dibuat.

POC yang baik memiliki aroma segar dengan campuran asam dan manis, berwarna cokelat seperti kecap, bertekstur cair dan tidak kental, serta memiliki pH berkisar antara 5 hingga 6.

Setelah POC siap digunakan, mahasiswa menjelaskan bahwa pupuk tersebut perlu diencerkan terlebih dahulu. Perbandingan yang dianjurkan adalah 1:10, yakni satu liter POC dicampur dengan 10 liter air.

Pemupukan dianjurkan dilakukan pada pagi atau sore hari dan dapat dimulai setelah 14 hari setelah penanaman (HST).

POC dapat diaplikasikan melalui metode pengocoran maupun penyemprotan sesuai kebutuhan tanaman.

Program POCAS juga mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap limbah organik.

Bahan yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang harus dibuang dapat dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman.

Harapannya, pemanfaatan limbah organik menjadi POC diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan di RW 02 Kelurahan Sukomanunggal.(*)

Tombol Google News

Tags:

POC Limbah Cair Pocas Sukomanunggal Pupuk organik cair Limbah Organik Pertanian Berkelanjutan pengelolaan limbah pupuk organik kelompok tani Sukomanunggal Surabaya Rw 02 Sukomanunggal Berita Surabaya Info Surabaya