Universitas Brawijaya Gandeng KI Jatim, Bangun Informasi Publik Berbasis Riset dan Teknologi

27 Agustus 2026 18:19 27 Agt 2026 18:19

Lutfia Indah, Aziz Mahrizal

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Universitas Brawijaya Gandeng KI Jatim, Bangun Informasi Publik Berbasis Riset dan Teknologi

UB menjalin kerja sama dengan IK Jatim untuk membangun dan memperkuat informasi publik. (Foto: KI Jatim)

KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) menandatangani MoU dengan Komisi Informasi (KI) Jawa Timur pada 21 Agustus 2026. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk membangun dan memperkuat informasi publik berbasis riset dan teknologi.

Ketua KI Jatim, A. Nur Aminuddin menjelaskan kolaborasi yang dibangun mencakup bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan informasi publik, SDM, serta teknologi. 

‘’Kampus tidak hanya ditempatkan sebagai mitra dalam kegiatan akademik, tetapi juga sebagai sumber kajian dan inovasi untuk membantu membangun layanan informasi publik yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif," ujarnya.

Beberapa agenda strategis dirancang, salah satunya membumikan KI Jatim melalui kuliah tamu, praktisi mengajar, seminar, hingga pengembangan materi pembelajaran. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sivitas akademika tentang hak atas informasi, tata kelola informasi, serta mekanisme penyelesaian sengketa informasi.

"UB bisa mengembangkan riset berbasis data dan isu strategis keterbukaan informasi. KI Jatim pun memberi dukungan substansi, data pendukung, validasi temuan, hingga rekomendasi implementatif. Hasilnya diharapkan tidak berhenti menjadi dokumen akademik, tetapi dapat menjadi bahan bagi pengambilan kebijakan dan pengembangan program," lanjut Amin.

KI Jatim juga akan berkontribusi dalam penguatan tata kelola layanan informasi, termasuk penyempurnaan standar layanan, SOP, daftar informasi publik, dan evaluasi layanan PPID. Sasaran akhirnya adalah meningkatnya kualitas layanan informasi publik di lingkungan kampus serta terbentuknya model kolaborasi pembinaan badan publik perguruan tinggi.

"Peluang pengembangan prototipe atau aplikasi, dashboard monitoring, sistem dokumentasi informasi, hingga kajian keamanan informasi juga terbuka lebar. Kolaborasi ini diarahkan menghasilkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan KI dan meningkatkan efektivitas pengelolaan informasi," ungkapnya. 

Sementara itu, Rektor UB, Prof. Widodo menjelaskan pentingnya budaya integritas untuk membangun bangsa. Untuk itu prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi harus berjalan beriringan. 

"Kita hari ini menyatukan komitmen perguruan tinggi UB dengan KI dalam keterbukaan informasi. Bersama, kita akan terus menjunjung tinggi keterbukaan informasi,” katanya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Komisi Informasi Jatim KI Jatim UB Universitas Brawijaya