KETIK, MALANG – Universitas Brawijaya baru saja menerima 2.254 mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan dari program Brawijaya International Student Scholarship (BISS) 2025. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya ada 400 pendaftar.
Keseluruhan mahasiswa asing tersebut berasal dari 67 negara yang tersebar di Asia Tenggara, Asia Tengah, Asia Selatan, Timur Tengah, Asia Timur, Afrika, hingga Eropa. Menurut Wakil Rektor bidang Akademik UB, Prof Imam Santoso, peningkatan jumlah pendaftar membuktikan tingginya minat dunia internasional terhadap pendidikan di UB.
“Kami sangat bangga melihat tingginya antusiasme pendaftar beasiswa BISS tahun ini. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhannya luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa UB semakin diakui sebagai destinasi pendidikan unggulan di Asia dan dunia," ujarnya, Sabtu 15 Maret 2025.
Dalam program beasiswa tersebut menawarkan mahasiswa asing untuk dapat melanjutkan pendidikannya dengan banyak fasilitas. Mulai dari biaya kuliah, tunjangan hidup, asuransi kesehatan, tiket pesawat pulang-pergi, hingga akomodasi di asrama.
"Dengan program akademik berkualitas, fasilitas modern, dan lingkungan belajar yang multikultural, UB terus menarik minat mahasiswa dari berbagai belahan dunia,” lanjutnya.
Beasiswa BISS dibuka untuk jenjang Sarjana, magister, hingga Doktor. Bagi salah satu pelamar dari Timur Tengah, Nijat Ahmad Zareeni, proses seleksi dalam program tersebut cukup transparan. Ia dapat mengetahui keseluruhan nformasi selama proses seleksi berlangsung.
”Saya sangat menghargai proses seleksi yang transparan dan informasi terkini yang diberikan selama proses berlangsung. Apa pun hasilnya, saya bersyukur atas kesempatan untuk mendaftar,” ujarnya.
UB Jadi Pilihan 2.254 Mahasiswa Asing Menempuh Pendidikan Lewat Beasiswa BISS 2025
15 Maret 2025 15:45 15 Mar 2025 15:45
Lutfia Indah, Muhammad Faizin
Redaksi Ketik.com
Ilustrasi mahasiswa asing yang berkuliah di UB. (Foto: Humas UB)
Tags:
Universitas Brawijaya UB mahasiswa asing beasiswaBaca Juga:
Sulap Jelantah Jadi Lilin, Mahasiswa UB Latih PKK Purwodadi Malang Olah Limbah DapurBaca Juga:
Akademisi FISIP UB: Istilah "Londo Ireng" Bangun Common Enemy dalam Komunikasi PolitikBaca Juga:
Mahasiswa KKN Universitas Brawijaya Edukasi Warga Mojokendil Budidaya Jamur Tiram Berbasis Limbah PertanianBaca Juga:
Mahasiswa KKN PSDKU UB Kediri Kelompok 14 Edukasi Warga Desa Betet Olah Daun Singkong Jadi Pupuk Organik CairBaca Juga:
Pengabdian Masyarakat FK UB Kembali Digelar, Desa Permanu dan Karangpandan Jadi Lokasi ProgramBerita Lainnya oleh Lutfia Indah
27 Juli 2026 21:02
Warga Tolak Uji Coba Jalan Tembus Griya Shanta, Minta Wali Kota Malang Datang Langsung
27 Juli 2026 20:38
Diwarnai Walk Out dan Abstain, Anggota Fraksi PKB Protes Keputusan Ketua DPRD Kota Malang
27 Juli 2026 20:30
Abstain Massal Paripurna DPRD Kota Malang dan Isu Retaknya Koalisi Wahyu-Ali, Ketua Fraksi Buka Suara
27 Juli 2026 15:15
Paripurna APBD 2025 Memanas, 5 Fraksi DPRD Kota Malang Kompak Abstain
27 Juli 2026 12:09
Aksi Tutup Mulut dan Jalan Mundur, Jurnalis Malang Raya Kecam Tudingan 'Londo Ireng' Prabowo
