KETIK, GRESIK – Biaya pendidikan taman kanak-kanak (TK) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dikeluhkan warga karena dinilai semakin mahal dan sulit dijangkau masyarakat menengah ke bawah. Minimnya jumlah TK Negeri membuat banyak orang tua terpaksa memilih sekolah swasta dengan biaya masuk mencapai jutaan rupiah pada musim Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Saat ini, Kabupaten Gresik yang memiliki 18 kecamatan, 26 kelurahan, dan 330 desa hanya memiliki tiga TK Negeri, yakni di Kecamatan Manyar, Menganti, dan Balongpanggang. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar layanan pendidikan usia dini didominasi lembaga swasta.
Salah satu warga Kecamatan Kebomas, Falupi, mengaku terpaksa menyekolahkan anaknya ke TK swasta meski biaya yang dibutuhkan cukup memberatkan.
“Ya terpaksa harus ke sekolah TK swasta dengan biaya yang pusing di kepala,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Falupi, pendidikan TK tetap penting sebagai bekal anak melanjutkan ke jenjang sekolah dasar. Namun tingginya biaya dinilai menjadi persoalan serius bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.
“Mungkin kalau kalangan menengah ke atas tidak masalah, masih bisa diupayakan. Kalau warga menengah ke bawah mungkin ya keberatan,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Diniarti, warga pendatang asal Desa Pongangan, Kecamatan Manyar. Ia mengaku mulai kebingungan memikirkan biaya pendidikan karena memiliki dua anak kembar yang akan masuk kelompok bermain tahun depan.
“Aku pendatang di Gresik. Anak kembarku tahun depan baru mau masuk kelompok bermain. Belum nanti adiknya dua tahun lagi nyusul sekolah juga, bayangin biayanya sudah puyeng,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah TK swasta di Gresik menetapkan biaya pendaftaran dan SPP yang cukup tinggi. Di antaranya:
- TK Al-Ibrah, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik: uang masuk Rp16 juta, SPP Rp976 ribu per bulan.
- TK YIMI, Kelurahan Pulopancikan, Kecamatan Gresik: uang masuk Rp12 juta, SPP Rp450 ribu per bulan.
- TK Aisyiyah 36 PPI, Desa Pongangan, Kecamatan Manyar: uang masuk reguler Rp6,2 juta, SPP Rp500 ribu per bulan.
- TK Muslimat NU 29, Kelurahan Kemuteran, Kecamatan Gresik: uang masuk Rp7,7 juta, SPP Rp405 ribu per bulan.
- Harvard Puri School, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas: uang masuk Rp3,6 juta, SPP Rp250 ribu per bulan.
Di sisi lain, tiga TK Negeri di Kabupaten Gresik membuka pendaftaran tanpa biaya uang masuk maupun SPP alias gratis. Namun keterbatasan jumlah sekolah membuat daya tampungnya sangat terbatas dibanding jumlah calon peserta didik di seluruh wilayah kabupaten.
