KETIK, BATU – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park, Kota Batu, memiliki potensi sebagai sarana edukasi yang membantu anak memahami penerapan sains dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat berkeliling Museum Mega Science Center dan Budaya Jatim Park bersama rombongan di Kota Batu, Minggu, 9 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta manajemen Jawa Timur Park Group.
Abdul Mu’ti mengatakan berbagai fasilitas yang menampilkan penerapan sains dapat membantu pengunjung, khususnya anak-anak yang masih berada dalam masa belajar, melihat hubungan antara materi yang dipelajari di sekolah dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.
“Saya sempat melihat sarana Jatim Park 1 yang tadi berisi berbagai Science Center yang di situ ditampilkan berbagai produk yang menggambarkan bagaimana penerapan sains dalam berbagai bidang,” ujarnya.
Keberadaan Science Center, tambahnya, menjadi menarik karena pengunjung dapat melihat secara langsung bagaimana materi pembelajaran di kelas diterapkan dalam berbagai produk dan karya.
Berbagai peristiwa yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dijelaskan melalui sains dan teknologi yang ditampilkan dalam berbagai peragaan dan diorama.
“Yang menarik dari Science Center ini adalah bagaimana para pengunjung, terutama mungkin anak-anak yang masih dalam masa belajar, dapat melihat bahwa yang mereka pelajari di kelas itu penerapannya bisa berupa berbagai produk dan juga berbagai karya,” imbuh Abdul Mu'ti.
Ia menambahkan, fasilitas tersebut juga dapat membantu anak memahami bahwa berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari dapat dijelaskan melalui sains dan teknologi.
“Berbagai peristiwa sehari-hari itu bisa dijelaskan dengan sains dan teknologi dan peragaan-peragaan yang ada di berbagai diorama itu,” katanya.
Abdul Mu’ti menilai konsep tersebut sejalan dengan kebijakan pembelajaran mendalam atau deep learning yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurutnya, pembelajaran tidak hanya berhenti pada pemahaman teori, tetapi juga perlu memperlihatkan bentuk dan penerapannya.
“Ini sangat penting terutama kalau kita kaitkan dengan kebijakan kami di Kementerian, bagaimana praktik pembelajaran mendalam atau deep learning. Jadi teorinya begini, wujudnya begini, caranya bagaimana dan seterusnya,” tuturnya.
Ia berharap keberadaan sarana edukasi tersebut dapat memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan minat belajar anak-anak.
“Ini sangat inspiratif dan sangat edukatif. Mudah-mudahan ini bisa menjadi sarana yang dapat meningkatkan minat belajar anak-anak kita. Minat belajar yang meningkat itu tentu akan berkorelasi dengan semangat belajar dan kemampuan belajar mereka,” pungkas Abdul Mu’ti. (*)
