KETIK, TULUNGAGUNG – style="text-align:justify">Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) PSDKU Universitas Brawijaya Kediri Kelompok 21 menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) di Balai Desa Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, pada Rabu 8 Juli 2026.
Kegiatan Budikdamber merupakan salah satu program kerja yang bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai teknik budidaya ikan dan sayuran dalam satu wadah sebagai alternatif pemenuhan pangan keluarga sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan.
Penyuluhan diawali dengan sambutan Kepala Desa Pucung Kidul dan Dosen Pembimbing Lapang, dilanjutkan dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum materi diberikan.
Kegiatan selanjutnya yaitu pemateri menyampaikan konsep Budikdamber sebagai sistem budidaya sederhana yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan lele dan penanaman kangkung dalam satu wadah menggunakan prinsip akuaponik. Sistem ini memanfaatkan limbah metabolisme ikan sebagai sumber nutrisi tanaman sehingga mampu menghemat penggunaan air, lahan, dan pupuk.
Budikdamber dipilih karena dinilai sesuai dengan kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan pekarangan, namun tetap membutuhkan alternatif pemenuhan pangan bergizi. Selain mudah diterapkan, teknologi ini relatif murah, ramah lingkungan, dan dapat menjadi solusi pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif. Konsep tersebut sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular karena limbah dari budidaya ikan dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi bagi tanaman sehingga menghasilkan sistem budidaya yang lebih efisien dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan juga mencakup tahapan penyemaian kangkung, pembuatan Budikdamber, pemeliharaan ikan dan tanaman, pengelolaan kualitas air, hingga teknik panen.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti penyuluhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi mengenai teknik budidaya, pemeliharaan ikan, serta pengelolaan kualitas air agar sistem Budikdamber dapat berjalan secara optimal.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap penerapan Budikdamber sebagai alternatif budidaya di pekarangan rumah.
Sebagai bentuk implementasi teknologi tepat guna (TTG), mahasiswa KKN juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan Budikdamber, mulai dari pemasangan komponen, penempatan media tanam, pengisian air, hingga penebaran benih ikan lele dan pemindahan bibit kangkung ke dalam sistem budidaya. Demonstrasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran praktis kepada masyarakat sehingga teknologi yang telah diperkenalkan dapat diterapkan secara mandiri setelah kegiatan penyuluhan selesai. Pada akhir kegiatan, satu unit Budikdamber diserahkan kepada masyarakat Desa Pucung Kidul sebagai sarana pembelajaran sekaligus contoh penerapan teknologi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Program penyuluhan Budikdamber ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs Poin 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberian keterampilan produktif yang berpotensi membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha berbasis budidaya. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDGs Poin 2 (Tanpa Kelaparan) dengan mendorong pemenuhan kebutuhan pangan bergizi melalui budidaya ikan lele dan kangkung secara mandiri.
Penerapan Budikdamber turut mendukung SDGs Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) karena berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan apabila dikembangkan dalam skala yang lebih luas, serta SDGs Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan siklus nutrisi alami yang mencerminkan konsep zero waste dan penggunaan sumber daya secara lebih efisien.
Melalui kegiatan penyuluhan budikdamber, mahasiswa KKN PSDKU Universitas Brawijaya Kediri berharap Budikdamber dapat menjadi salah satu inovasi yang terus dikembangkan oleh masyarakat Desa Pucung Kidul sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan produktivitas pekarangan, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (*)
.png)