KETIK, MALANG – Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) mengajak peternak sapi Kota Batu memanfaatkan daun sirih sebagai antiseptik.
Daun sirih tersebut dapat membantu mencegah mastitis pada sapi perah. Edukasi tersebut dilakukan di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada 22 Juni hingga 6 Juli 2026.
Ketua PMM BIMA FTAB UB, Dr.nat.techn. Elok Waziiroh, STP., MSi, mengatakan cairan alternatif tersebut diharapkan menjadi solusi yang lebih terjangkau dibandingkan reagen komersial. Menurutnya, penggunaan bahan yang mudah diperoleh akan mendorong peternak melakukan pemeriksaan kesehatan sapi secara berkala sehingga kualitas dan kuantitas susu dapat terus terjaga.
“Penggunaan reagen alternatif ini diharapkan menjadi solusi yang lebih terjangkau dibandingkan reagen komersial tanpa mengurangi manfaatnya sebagai media deteksi dini. Terlebih daun sirih relatif lebih gampang ditemui. Harapan kami, dengan biaya yang lebih ekonomis dan bahan yang mudah diperoleh, peternak akan makin terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sapi secara berkala sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas susu,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) BIMA FTAB UB. Mahasiswa mengedukasi peternak mengenai penyebab dan dampak mastitis subklinis. Selain itu, mereka juga mempraktikkan cara penggunaan cairan alternatif terse untuk mendeteksi penyakit pada sekitar 25 ekor sapi perah.
Tak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi peternak untuk mempraktikkan langsung teknik larutan daun sirih ini. Salah seorang peternak, Sugiarto, mengaku baru mengetahui manfaat daun sirih untuk menjaga kesehatan sapi perah.
“Terima kasih untuk adik-adik mahasiswa dari FTAB UB. Kami jadi tahu ternyata daun sirih ada gunanya juga buat sapi. Semoga sapi-sapi kami makin sehat dan perekonomian kami meningkat,” katanya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peternak. Mereka aktif bertanya mengenai teknik pengujian mastitis, penggunaan reagen alternatif, hingga efektivitas daun sirih sebagai antiseptik alami. (*)
