KETIK, LEBAK – Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak mencatat jumlah calon peserta didik baru jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah mendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mencapai 16.468 siswa.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Teguh Iman Rosadi, mengatakan angka tersebut masih berpotensi bertambah, terutama dari wilayah-wilayah pelosok yang hingga saat ini masih dalam proses pendaftaran.
"Sampai hari ini jumlah pendaftar SMP di Kabupaten Lebak sudah mencapai 16.468 siswa. Jumlah tersebut masih sangat mungkin bertambah, khususnya dari daerah-daerah pelosok yang proses pendaftarannya masih berlangsung," ujar Teguh Iman Rosadi saat dikonfirmasi wartawan, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, untuk jenjang SMP di Kabupaten Lebak saat ini terdapat 173 sekolah negeri dan 55 sekolah swasta yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan tingkat menengah pertama.
Menurutnya, meskipun secara umum pengumuman hasil seleksi biasanya dilakukan setelah hari pertama masa pendaftaran berakhir, Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak tetap memberikan ruang bagi sekolah-sekolah tertentu untuk menerima pendaftaran dari calon peserta didik yang berasal dari wilayah dengan keterbatasan akses.
"Pada prinsipnya, kami tetap memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah untuk menerima pendaftaran dari daerah-daerah yang masih terkendala akses. Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena faktor geografis maupun keterlambatan administrasi," jelasnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Dinas Pendidikan memastikan seluruh proses penerimaan murid baru tetap mengedepankan pemerataan akses pendidikan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil.
"Komitmen kami adalah memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan haknya untuk mengakses pendidikan. Karena itu, kami tetap mengakomodasi pendaftaran dari wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian khusus sebagai bagian dari upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Lebak," pungkas Teguh Iman Rosadi.(*)
.png)