Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Penutupan ICOLESS ke-9, Hasilkan Publikasi Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

30 Juli 2026 14:42 30 Jul 2026 14:42

Nurul Aliyah, Fisca Tanjung

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Fakultas Syariah UIN Malang Gelar Penutupan ICOLESS ke-9, Hasilkan Publikasi Artikel Ilmiah Terindeks Scopus

Fakultas Syariah UIN Malang berkolaborasi bersama UiTM Shah Alam dan UKM menyelenggarakan penutupan kegiatan ICOLESS ke-9 pada Kamis,, 30 Juli 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Fakultas Syariah UIN Malang berkolaborasi bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) menyelenggarakan penutupan kegiatan ICOLESS, program 9th Internasional Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society di Ruang Rapat Lantai 1 Fakultas Syariah UIN Malang pada Kamis, 30 Juli 2026 

Kegiatan hari ini adalah rangkaian lanjutan dari pembukaan ICOLESS yang telah digelar pada Rabu, 29 Juli 2026 dengan mengusung tema "Digital Transformation and Global Ecosystem: Integration of Islamic Law and Contemporary Studies to Achieve the Sustainable Development Goals" dan menjadi ruang diskusi para akademisi, peneliti, dosen, dan mahasiswa terkait pengembangan hukum Islam, teknologi, dan ekosistem sosial.

Rangkaian acara ini dimulai dengan Plenary Session dengan Dwi Fidhayanti, M.H. sebagai moderator dan beberapa narasumber, yakni Profesor Satomi Ogata Nurchasanah (Kyushu Internasional University, Fukuoka, Japan), Assoc. Prof. Dr. Mohd. Shahid bin Mohd Noh (Department of Shariah, Economics, and Governance Academy of Islamic Studies University Malaya), Professor Tameer Saad Ibrahim Khedr (Professor of Linguistics, Suez Canal University, Egypt), Prof. Dr. Khoirul Hidayah, M.H. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia).

Dalam kegiatan ini, para peserta dibagi beberapa ruang diskusi untuk memaparkan hasil penelitiannya yang kemudian direview oleh reviewer. Setelah rangkaian review artikel ilmiah selesai, karya terbaik yang akan dipilih untuk bisa dipublikasikan pada beberapa media publikasi artikel ilmiah terindeks scopus.

Rangkaian The 9th International Conference on Law, Technology, Spirituality, and Society (ICOLESS) 2026 secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan I Fakultas Syariah UIN Malang, Prof. Dr. Sudirman, M.A. menyampaikan jika konferensi ini sebagai bukti bahwa kolaborasi akademis masih bisa berjalan meski terdapat jarak antar negara yang cukup jauh.

ICOLESS ke-9 adalah komitmen dari Fakultas Syariah untuk terus memajukan pengetahuan dalam Syariah, hukum, dan isu-isu kontemporer yang dapat menyatukan para ilmuwan dari berbagai latar belakang.

Foto Pemaparan materi dari narasumber di momen ICOLESS ke-9 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Pemaparan materi dari narasumber di momen ICOLESS ke-9 yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah UIN Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

"Pertemuan ini telah menunjukkan bahwa kolaborasi akademis melampaui batas geografis dan bahwa komitmen bersama kita untuk memajukan pengetahuan dalam Syariah, hukum, dan isu-isu kontemporer terus menyatukan para ilmuwan dari berbagai latar belakang," ujarnya. 

Prof. Sudirman menyebut semua presentasi yang dilakukan oleh narasumber serta peserta pada ICOLESS tidak hanya memperluas pemahaman tetapi juga membuka diskusi yang bermakna dan mendorong untuk bisa terus berkolaborasi dalam penelitian di masa mendatang.

Menurutnya, diskusi dua hari bukan hanya menjadi akhir dari perjalanan mengembangkan ilmu hukum syariah, tetapi menjadi awal dari kolaborasi strategis dengan ide-ide segar dan hasil penelitian yang berdampak bagi masyarakat Indonesia.

"Hubungan yang telah kita bangun semoga terus bertumbuh, mendorong inovasi, dan memberikan solusi terbaik untuk setiap tantangan hidup yang kita hadapi bersama," tutur Prof. Sudirman.

Ia juga menambahkan, dengan ICOLESS, para peserta dapat mengakses jurnal-jurnal internasional serta artikelnya bisa terpilih untuk masuk ke media publikasi jurnal internasional. Tentunya ini menjadi prestasi yang istimewa bagi kemajuan karir para peserta, khususnya beberapa dosen dan guru besar.

"Khusus guru besar memang salah satu kelebihannya adalah mereka akan bisa memenuhi kebutuhan, syarat khusus untuk terus-menerus menjadi guru besar karena kalau guru besar tidak berkarya," jelas Prof. Sudirman.

Ia juga menyampaikan bahwa di tahun berikutnya ICOLESS akan difokuskan pada hukum Islam saja karena terkait hukum syariah, Al-Quran dan Hadis telah ada ruang tersendiri.

"Tahun depan rasanya hanya fokus ke hukum akhirnya karena untuk yang dasar-dasar keilmuan syariah untuk yang ushuluddin sama, Qur'an sama hadis ini sudah akan split ya, akan tersendiri," ucap Prof. Sudirman.

Melalui terselenggaranya ICOLESS ke-9, Fakultas Syariah UIN Malang terus berkomitmen untuk menciptakan ruang diskusi penelitian sebagai wadah pengembangan ilmu hukum syariah dengan berkolaborasi bersama akademisi dari berbagai negara.(*)

Tombol Google News

Tags:

UIN Malang UIN Maliki Malang Kampus Malang ICOLESS Kota Malang