Dari Tanah Rantau ke Pengabdian: Lulusan Apoteker UIN Malang Siap Kembali Membangun Daerah

23 April 2026 19:29 23 Apr 2026 19:29

Diva Oktavia M., Dendy Ganda K.

Redaksi Ketik.com
Thumbnail Dari Tanah Rantau ke Pengabdian: Lulusan Apoteker UIN Malang Siap Kembali Membangun Daerah

Apt. Hagar Yahya Abd Elfattah (kanan) dan Apt. Badrun Musyahid Badru (kiri) berfoto bersama Rektor UIN Malang, Ilfi Nurdiana, usai kelulusan Program Profesi Apoteker UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Foto: Instagram @official.ilfinurdiana)

KETIK, MALANG – Kisah dua lulusan Program Profesi Apoteker UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini bukan sekadar cerita kelulusan, tetapi tentang perjalanan panjang menjemput ilmu dan tekad untuk kembali mengabdi. Mereka adalah Apt. Hagar Yahya Abd Elfattah asal Mesir dan Apt. Badrun Musyahid Badru dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hagar mencatat sejarah sebagai mahasiswa internasional pertama yang lulus dari program profesi apoteker di kampus tersebut. Keputusannya merantau dari Mesir ke Indonesia menjadi bukti keberanian dalam mengejar pendidikan dan masa depan. Sementara itu, Badrun datang dari wilayah timur Indonesia dengan semangat yang tak kalah kuat, menembus keterbatasan jarak demi meraih cita-cita.

Perjalanan keduanya merepresentasikan fenomena “diaspora ilmu”, di mana individu menempuh pendidikan jauh dari daerah asal, lalu kembali membawa pengetahuan dan pengalaman untuk memberi dampak nyata. Dalam konteks Indonesia, hal ini menjadi penting di tengah masih adanya ketimpangan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Kisah Hagar dan Badrun menunjukkan bahwa “pulang” bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari kontribusi. Ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk membangun masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses dan layanan kesehatan yang lebih baik.

Komitmen untuk kembali dan mengabdi juga mencerminkan peran strategis lulusan perguruan tinggi dalam pembangunan sosial. Tidak hanya sebagai tenaga profesional, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan latar belakang yang berbeda, Hagar dan Badrun dipersatukan oleh tujuan yang sama: membawa manfaat dari ilmu yang telah diperjuangkan. Dari tanah rantau, mereka kini bersiap melangkah pulang, mengabdikan diri untuk negeri. (*)

Tombol Google News

Tags:

#Ilfi Nurdiana UIN Malang #Hagar Yahya #Badrun Musyahid #Info Malang #Berita Malang mahasiswa internasional