KETIK, BATU – Wali Kota Batu, Nurochman, menyoroti masih adanya sejumlah pekerjaan rumah dalam pengembangan cabang olahraga paralayang dan penyelenggaraan Batu International Sport Tourism Festival-International Paragliding Accuracy Championship (BISTF-IPAC) 2026.
Saat membuka BISTF-IPAC 2026 di Lapangan Landing Paralayang Songgomaruto, pada Jumat, 31 Juli 2026, ia menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berkolaborasi membenahi fasilitas, meningkatkan aspek keselamatan, serta memperkuat pembinaan atlet agar Kota Batu kembali mencetak prestasi lebih.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur ini menilai kawasan landing zone Gunung Banyak sudah semestinya mendapat perhatian lebih mengingat lokasi tersebut telah melahirkan banyak atlet berprestasi sekaligus menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional.
“Landing zone ini seharusnya sudah mendapatkan perhatian karena mampu melahirkan banyak atlet, banyak juara, dan menghadirkan tamu-tamu internasional. Maka, ayo bersama-sama kita ambil kebijakan untuk pengembangan landing zone ini supaya lebih estetik dan memenuhi ketentuan safety, ” ujarnya.
Ia mengungkapkan, beberapa insiden yang pernah terjadi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kondisi kawasan pendaratan agar lebih aman dan nyaman bagi atlet maupun pengunjung.
“Ada beberapa accident saat itu, ya karena kondisi landing zone, maka ini harus kita segera evaluasi untuk kemudian mendapatkan treatment sehingga lokasi ini lebih safety dan menyenangkan,” papar Cak Nur.
Menurut Politisi PKB ini, pengembangan sport tourism tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata. Pembinaan olahraga juga harus melibatkan Dinas Pendidikan agar lahir kebijakan yang mampu mendukung prestasi atlet secara berkelanjutan.
“Jadi event sport ini justru yang ngambil peran banyak itu di dinas pariwisata. Karena itu harus ada kolaborasi antara sektor olahraga dan pariwisata. Dua dinas ini harus berkolaborasi terus sehingga bisa melahirkan pembinaan-pembinaan, kebijakan-kebijakan para atlet kita,” tuturnya.
Ia juga menyoroti kondisi atlet paralayang Kota Batu yang kini lebih banyak memilih bekerja dibanding mengikuti pelatihan nasional.
“Apalagi tadi disampaikan bahwa atlet-atlet kita sekarang lebih banyak memilih bekerja daripada mengikuti pelatihan yang diselenggarakan secara nasional. Karena itu, kita harus memiliki komitmen untuk merebut kembali peringkat satu dunia dari Kota Batu,” tegasnya.
Selain itu, Cak Nur meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menganalisis kondisi kawasan landing zone sebagai dasar penataan yang lebih optimal.
“Dinas PUPR nanti tolong dianalisis lokasi ini agar dapat diberikan rekomendasi penataan yang lebih baik. Tempat ini sudah membuktikan mampu menjadi tuan rumah event internasional, sehingga harus kita optimalkan lagi,” ujarnya.
Ia berharap adannya BISTF-IPAC 2026 serta pengembangan kawasan tersebut mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang dilibatkan dalam setiap penyelenggaraan event tahunan.
“Semoga kegiatan ini memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan dan perputaran ekonomi di Kota Batu. Kawasan ini juga perlu ditata ulang agar lebih nyaman sehingga UMKM dapat lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan event tahunan ini,” pungkas Cak Nur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota terkait peningkatan kualitas venue.
“Sesuai arahan Pak Wali Kota, venue memang perlu ditingkatkan, baik dari sisi kapasitas, aspek keselamatan, maupun fasilitas umumnya,” ujar Onny.
Ia menjelaskan, sejumlah fasilitas yang masih perlu diperbaiki antara lain akses jalan, area istirahat, hingga akses mobilitas atlet dari lokasi pendaratan menuju titik lepas landas.
“Ada beberapa hal yang perlu ditambah, seperti akses jalan, tempat beristirahat, dan akses bagi atlet dari landing menuju take off. Saat ini jalurnya menjadi cukup jauh karena adanya penutupan akses Jalur Klemuk,” imbuh Onny.
Meski demikian, Dinas Pariwisata Kota Baty terus berupaya semaksimal mungkin agar seluruh kebutuhan atlet tetap dapat terlayani. (*)
