KETIK, BATU – Persikoba Kota Batu menutup perjuangannya di Grup W babak 32 besar putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2025/2026 dengan hasil imbang 1-1 saat menghadapi Persemay Maybrat di Stadion Brantas, Kota Batu, Selasa, 16 Juni 2026.
Meski tampil agresif sejak menit awal dan sempat unggul lebih dulu, tim berjuluk Elang Putih gagal mengamankan kemenangan yang dibutuhkan untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persikoba langsung mengambil inisiatif serangan. Anak asuh Arif Suyono berulang kali menekan pertahanan Persemay Maybrat melalui kombinasi serangan dari sisi sayap maupun lini tengah. Namun sejumlah peluang yang tercipta belum mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Persikoba berhasil membuka keunggulan melalui gol yang dicetak Cristian Eka Prasetya. Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri dalam mengendalikan jalannya pertandingan.
Tertinggal satu gol membuat Persemay Maybrat meningkatkan intensitas serangan. Tim asal Papua Barat itu mulai berani bermain lebih terbuka dan beberapa kali mengancam pertahanan Persikoba.
Upaya Persemay akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-33. Pemain bernomor punggung 88, Rinfa Murafer, sukses menyamakan kedudukan setelah melewati kawalan pemain belakang Persikoba dan melepaskan tendangan terukur yang tidak mampu diantisipasi penjaga gawang.
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan untuk mencari gol kemenangan.
Persikoba berusaha memanfaatkan dukungan suporter tuan rumah, sementara Persemay beberapa kali mengandalkan serangan balik cepat.
Meski sejumlah peluang tercipta di kedua kubu, penampilan gemilang para penjaga gawang membuat tidak ada tambahan gol yang tercipta. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tetap bertahan 1-1.
Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, menilai anak asuhnya telah menunjukkan permainan yang lebih agresif dibanding dua pertandingan sebelumnya. Namun, ia menyayangkan performa tersebut baru muncul pada laga terakhir fase grup.
“Saya rasa inilah permainan Persikoba yang sebenarnya. Anak-anak bermain agresif sejak awal pertandingan. Tetapi menurut saya ini sedikit terlambat, karena permainan seperti ini seharusnya sudah ditunjukkan sejak pertandingan pertama dan kedua,” ujarnya usai laga.
Pelatih yang akrab disapa Coach Keceng itu mengakui sepak bola sering menghadirkan situasi yang sulit diprediksi.
Menurutnya, laga melawan Persemay menjadi salah satu pertandingan yang cukup berat meskipun timnya mampu tampil dominan dalam beberapa fase permainan.
“Itulah sepak bola. Kadang pertandingan yang kita anggap mudah justru menjadi sulit. Sebaliknya, yang terlihat sulit ternyata bisa dilalui dengan baik. Hari ini saya menilai pertandingan berlangsung cukup sulit,” katanya.
.png)