KETIK, JAKARTA – Di tengah akhir pekan balapan GP Republik Ceko di Brno, 21 Juni 2026, yang kembali memperlihatkan Marc Marquez sebagai kandidat serius perebutan gelar, ada satu komentar menarik yang justru datang dari rivalnya sendiri Pedro Acosta.
Pembalap KTM itu tidak sedang membahas data, motor, atau strategi. Yang ia soroti justru sesuatu yang lebih sederhana—kemampuan Marc untuk tetap menjadi Marc, bahkan setelah bertahun-tahun berjuang melawan cedera.
Dilansir dari Motosan, Acosta mengatakan, “Marc pernah kembali saat lengannya nyaris menggantung, dan dia tetap tidak lupa cara mengendarai motor.”
Kalimat itu terdengar dramatis, tapi konteksnya cukup jelas. Acosta sedang bicara tentang periode panjang yang dijalani Marquez sejak cedera besar pada 2020; fase yang mengubah cara membalap, cara latihan, bahkan cara dia memahami batas tubuhnya sendiri.
Buat Acosta, yang paling mengesankan bukan jumlah gelar atau kemenangan Marc. Yang membuatnya kagum adalah kemampuan seorang pembalap untuk terus kembali, terus beradaptasi, dan tetap kompetitif setelah berkali-kali dipaksa memulai ulang kariernya.
Komentar itu juga terasa menarik karena datang dari generasi yang berbeda. Acosta adalah simbol generasi baru MotoGP yang lebih muda, agresif, dan sejak awal karier sudah dianggap calon juara dunia. Tapi bahkan dari posisi itu, ia tetap melihat Marquez sebagai tolok ukur.
Sebelumnya Acosta juga pernah mengatakan bahwa kondisi fisik bukan alasan bagi Marc untuk menyerah.
“Mau dia sedang fit atau tidak, dia tidak menyerah.” ungkapnya dilansir melalui Motosa.
Dan mungkin itu yang sekarang mulai terlihat lagi. Bukan lagi Marc yang menang dengan dominasi seperti era 2019, tapi versi yang lebih sabar, lebih menghitung risiko, dan lebih memahami kapan harus menyerang. Di Brno, pendekatan itu kembali menghasilkan kemenangan.
Acosta sendiri belum berhasil meraih kemenangan pertamanya di MotoGP meski sudah berkali-kali naik podium. Tapi kalau melihat cara dia berbicara soal Marquez, rasanya jelas: untuk bisa menjadi pembalap besar, cepat saja tidak cukup, kadang yang lebih penting adalah kemampuan untuk terus kembali. (*)
.png)