KETIK, JAKARTA – Kemenangan Sprint pada GP Republik Ceko di Brno, Sabtu 20 Juni 2026, memang mengakhiri penantian panjang rider Ducati Francesco Bagnaia berdiri di posisi terdepan lagi. Tapi kalau ada yang mengira hasil ini berarti semuanya kembali normal di garasi Ducati, jawabannya justru belum.
Pecco, sapaan akrab Bagnaia, menikmati kemenangan itu, tetapi ia juga cukup jujur mengakui bahwa perasaannya dengan motor masih belum sepenuhnya kembali seperti masa-masa terbaiknya.
Menariknya, sehari sebelum Sprint Race ia bahkan sempat mengatakan dirinya belum benar-benar memikirkan peluang menang. Namun setelah sesi berakhir, cerita berubah total.
“Kemarin saya tidak menyangka akan menang hari ini, tapi kami bekerja dengan baik,” jelas Pecco dilansir GPOne.
Dan memang, kemenangan itu tidak datang dengan dominasi mutlak. Dari luar terlihat bersih start bagus, memimpin, lalu finis pertama. Tapi menurut Pecco, di dalam helm ceritanya jauh lebih rumit. Ia harus mengelola ban, menjaga ritme, dan terus menghitung risiko sepanjang balapan.
Yang paling menarik justru pengakuannya soal proses adaptasi yang masih berjalan.
“Saya masih harus banyak berpikir saat mengemudi,” tambahnya.
Kalimat itu mungkin terdengar sederhana, tapi cukup menjelaskan situasi yang sedang ia alami. Seorang pembalap biasanya ingin semuanya berjalan otomatis—insting, pengereman, membuka gas. Ketika masih harus “berpikir”, artinya rasa percaya diri penuh dengan motor belum benar-benar kembali.
Pecco juga memilih untuk tidak membandingkan dirinya sekarang dengan versi juara dunia di masa lalu. Baginya, fokus saat ini bukan mencari kembali sosok lama, tapi membangun lagi kecepatannya sedikit demi sedikit.
Ia mengaku tim sudah mulai menemukan arah yang benar, meski perjalanannya tidak mudah dan rasa nyaman itu belum mencapai 100 persen.
Soal strategi ban lunak yang sempat dipertanyakan, Bagnaia juga merasa itu bukan perjudian besar. Menurutnya, kunci balapan justru ada di tiga lap pertama fase ketika ia mendorong motor semaksimal mungkin sebelum beralih ke mode yang lebih konservatif agar ban tetap hidup sampai finis.
Sprint Brno memang belum menyelesaikan semua pertanyaan soal musim Bagnaia. Tapi setidaknya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Pecco pulang dengan sesuatu yang selama ini terasa jauh: kemenangan dan sedikit rasa bahwa arah mereka mulai kembali benar. (*)
.png)