KETIK, JAKARTA – Drama Sprint Race MotoGP Brno ternyata belum selesai setelah bendera finis dikibarkan. Setelah sempat muncul harapan dari kubu Aprilia untuk membalikkan keputusan steward, hasil akhirnya tetap tidak berubah. Hukuman untuk Marco Bezzecchi dipertahankan dan sang pemuncak klasemen dipastikan tidak tampil pada balapan utama hari Minggu, 21 Juni 2026.
Insiden bermula ketika Bezzecchi terjatuh di fase akhir Sprint saat sedang berada dalam posisi kompetitif. Dalam proses evakuasi motor di area gravel, pembalap Italia itu terlihat melakukan kontak fisik terhadap marshal yang sedang bertugas.
Panel steward kemudian menilai tindakan tersebut masuk kategori perilaku yang merugikan kepentingan olahraga dan menjatuhkan sanksi berdasarkan regulasi FIM Pasal 3.3.2.2.
Aprilia disebut mencoba mengajukan keberatan atas keputusan tersebut, tetapi proses banding tidak mengubah hasil akhir. Artinya, Bezzecchi tidak bisa mengikuti balapan utama di Brno dan kehilangan peluang besar mempertahankan margin poin di klasemen.
Yang membuat situasi ini makin mahal bagi Aprilia adalah konteks musim mereka. Bezzecchi selama beberapa seri terakhir menjadi tumpuan utama tim Noale, termasuk untuk pengembangan motor menuju era 850cc yang mulai diuji di Brno.
Dilansir dari GPone, kubu Aprilia berharap keputusan tersebut dapat ditinjau ulang, tetapi panel steward tetap mengonfirmasi hukuman sehingga Bezzecchi tidak mendapat izin melanjutkan akhir pekan balap.
Di sisi lain, hasil ini membuka peluang besar bagi rival-rival di perebutan gelar. Pecco Bagnaia datang dengan momentum usai menang Sprint, sementara para pembalap lain kini punya kesempatan memangkas jarak ketika pemimpin klasemen justru harus menonton dari luar lintasan. (*)
.png)