KETIK, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia membuka layanan hotline untuk masyarakat yang anggota keluarganya diduga menjadi korban kecelakaan antara Kereta Api CommuterLine dan Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.
“Kami buka layanan call center di nomor 121 bagi warga yang mencari informasi tentang keluarganya,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, kepada wartawan di lokasi kejadian.
Selain call center, PT KAI juga membuka layanan hotline di Nomor 0811 2223 3121. Pihaknya mengimbau masyarakat tak mendapat informasi sembarangan sehingga layanan hotline dibuka.
“Kami juga menyiapkan pos di sekitar Stasiun Bekasi Timur. Keluarga kami persilakan mencari informasi dari petugas resmi,” ucap dia.
Sebanyak 240 penumpang Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan seluruhnya tidak ada yang mengalami luka-luka.
Seluruh penumpang Argo Bromo, kata dia, telah dievakuasi dan dialihkan menggunakan bus untuk kembali ke Stasiun Gambir di Jakarta. Untuk sementara, seluruh perjalanan kereta api juga masih dihentikan hingga menunggu konfirmasi dari pihak berwenang berikutnya.
Sementara itu, akibat insiden tersebut sebanyak empat orang penumpang meninggal dunia dan 38 orang lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal dunia maupun luka berat dan ringan sudah dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian di Bekasi Timur.
Hingga berita ini ditayangkan, petugas dari kepolisian, TNI dan Badan SAR Nasional (Basarnas) masih melakukan proses evakuasi. Di dalam gerbong kereta api yang sudah ringsek, diperkirakan masih ada 6-7 penumpang terjepit. Petugas juga masih berusaha mengeluarkan para penumpang.
Pihaknya juga belum memastikan penyebab dan kronologis pasti insiden tersebut karena masih difokuskan pada proses evakuasi serta keselamatan penumpang.
Kecelakaan ini terjadi pada pukul 20.55 WIB. Akibat kecelakaan ini, jalur tersebut belum bisa dilalui. Dari pengakuan sejumlah saksi mata, KRL berhenti di Stasiun Bekasi Timur akibat adanya kecelakaan di perlintasan yang tidak jauh dari lokasi. Sebuah taksi tertabrak kereta.
KRL yang berada di belakang kereta tersebut pun terpaksa berhenti di stasiun. Namun, sepuluh menit berselang, datang KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL dari belakang. (*)
